Menu

Bukan Kanker, Konsumsi Mi Instan Setiap Hari Ternyata Picu Sindroma Metabolik! Bahaya Bagi Penderita Hipertensi!

Shilvia Restu Dwicahyani
28 September 2021 09:45 WIB
Bukan Kanker, Konsumsi Mi Instan Setiap Hari Ternyata Picu Sindroma Metabolik! Bahaya Bagi Penderita Hipertensi!

Ilustrasi makan mi instan. (Freepik/pressfoto)

HerStory, Sukabumi —

Mudah didapatkan dan diolah dengan menyajikan beragam macam varian, mi instan menjadi salah satu makanan kesukaan banyak orang. 

Mi instan merupakan makanan olahan yang sudah melalui proses panjang yang membuatnya rendah nutrisi namun tinggi akan lemak dan karbohidrat. 

Terlebih dengan ragam varian yang disajikan, semakin membuat para penikmatnya enggan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi lainnya. Akibatnya banyak orang menduga kalau terlalu sering mengonsumsi mi instan dapat memicu kanker. 

Hal tersebut kemudian ditepis oleh dr. Nadia Alaydrus dalam unggahan IGTV-nya beberapa waktu lalu. Ia mengatakan kalau konsumsi mi instan setiap hari tetap aman sebab mi instan tentunya sudah lulus food safety

Kendati begitu, ia menjelaskan kalau mi instan rendah akan nutrisi sehingga hanya cukup membuat tubuh merasa kenyang saja. Selain tinggi lemak dan karbohidrat, mi instan juga tinggi garam dan MSG yang tak baik bagi penderita hipertensi.

"Seperti yang kita tahu, tingginya garam dan MSG itu bisa memicu meningkatnya tekanan darah. Jadi sangat tidak baik bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi," jelasnya dikutip dari unggahan IGTV @nadialaydrus, (28/9/2021). 

Tak sampai disitu, konsumsi mi instan secara berlebihan juga dapat memicu sindroma metabolik. 

"Jadi konsumsi mi instan tiap hari bukan bikin kanker, tapi bisa meningkatkan risiko sindroma metabolik," tambahnya. 

Sindroma metabolik merupakan kondisi dimana adanya peningkatan gula darah, tekanan darah, peningkatan kolesterol dan lemak di perut dalam waktu bersamaan. Sehingga dapat memicu risiko terkena penyakit. 

Kendati begitu, ia pun mengatakan kalau konsumsi mi instan sebaiknya menambahkan protein seperti telur atau daging, serta sumber vitamin dan serat pada sayuran.