Moms, gak selamanya ‘bermain’ sendiri alias self service untuk mencapai kepuasan dikaitkan dengan sesuatu yang negatif.

Selain pria, ternyata gak jarang juga lho wanita yang melakukannya. Aktivitas ini nampaknya sederhana, namun rumit.

Dilansir dari Women’s Health, ‘bermain’ sendiri ternyata dapat dilakukan dengan santai sebagai ritual meditasi atau yoga, lho Moms.

Berikut ini ada beberapa strategi yang dapat membantu wanita mencapai klimaks penuh, seperti dilansir dari laman sindikasi GenPi.co, Selasa (28/9/2021),

1. Mengetahui Anatomi

Mengetahui anatomi akan membantu memahami apa yang kamu miliki. Kristie Overstreet, Ph.D., seorang seksolog klinis dan psikoterapis, mengatakan bahwa melihat gambar atau model area sensitif dapat membantu.

“Semua bagian akan diberi label dalam gambar sehingga Anda dapat melihat kelenjar area sensitif. Visual ini dapat membantu Anda ketika menjelajahi di mana ia berada,” ungkapnya.

2. Mulai Menjamah secara Manual

Beginilah caranya untuk memulai, berbaringlah dan pastikan kamu memiliki privasi sehingga kamu gak akan terganggu. Kemudian ambil tangan an jelajahi area.

Mulailah di bagian atas vulva, yang merupakan area terdekat, dan rasakan struktur yang lembut dan licin yang oleh beberapa orang disebut sebagai "tombol" yang terletak di bagian "atas" bibir.

Ini adalah kelenjar kenikmatan dan satu-satunya area yang terlihat, meskipun itu hanya seperempat dari ukuran total.

3. Jelajahi Titik Rangsang

Jangkau titik rangsang untuk mendapatkan sensasi lain, biasanya terletak sekitar dua pertiga di dalam area intim di dinding anterior, yang merupakan sisi yang paling dekat dengan perutmu.

Setelah menemukan titiknya, kamu bisa menggunakan jari-jari untuk merangsangnya. Ini membantu untuk mendapatkan kelenjar kenikmatan yang terlibat pada saat yang bersamaan.

Namun perlu diingat ya, Moms, bahwa area ini bukanlah zona sensitif bagi setiap wanita. Mungkin terasa luar biasa untuk menyentuhnya.

Tertarik mencobanya, Moms?

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.