Kaos kaki diabetes (Galeri Medika/Edited By HerStory)
Beauty, pernahkah kamu mendengar istilah kaos kaki diabetes?
Bagi diabetesi, sebutan untuk penderita diabetes, kaos kaki ini berfungsi untuk merawat kaki, sehingga cukup penting dalam manajemen diabetes.
Menurut dr. Alvin Nursalim, kaus kaki diabetes baik untuk melindungi kulit dari trauma secara langsung.
“Namun, lebih baik jika juga disertai dengan penggunaan alas kaki, sehingga lebih kuat dalam mencegah terjadinya trauma pada telapak kaki,” jelas dr. Alvin, dikutip dari laman KlikDokter.
Lebih jauh, Dr. Alvin menegasjan, gak semua orang dengan diabetes membutuhkan kaus kaki ini, kok. Bagi penderita yang gak memiliki masalah pada kakinya, baru bisa menggunakan kaus kaki biasa yang nyaman.
Kaos kaki diabetes ini disarankan digunakan diabetesi yang memiliki kondisi-kondisi seperti pernah mengalami perubahan warna atau suhu, iritasi, kerusakan saraf, lepuh, dan infeksi jamur di kaki, serta sering berkeringat di kaki.
“Kaus kaki diabetes disarankan digunakan jika sedang melakukan perjalanan panjang. Sebab, saat duduk terlalu lama, risiko pembengkakan dan pembekuan darah di kaki bisa muncul,” tuturnya.
dr. Alvin pun lantas membeberkan perbedaan kaus kaki biasa dengan kaus kaki diabetes.
“Kaus kaki ini dibuat dengan bahan dengan kualitas khusus, derajat kompresi yang tepat agar tak terlalu menekan kaki. Selain itu, kaus kaki ini dirancang untuk menjaga hidrasi agar kaki tak mudah luka,” jelas dr. Alvin.
Lebih lanjut, kata dr. Alvin, kaus kaki diabetes juga memiliki manfaat , seperti:
Kaus kaki diabetes dapat menarik kelembapan dari kaki yang berkeringat sehingga menurunkan risiko infeksi jamur dan juga mencegah bau.
Kaus kaki diabetes umumnya dibuat tanpa jahitan untuk mengurangi risiko gesekan atau lecet.
Manfaat kaus kaki ini sangat penting bagi penderita diabetes dengan kondisi neuropati atau hiperglikemia kronis (gula darah tinggi).
Untuk mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur, beberapa kaus kaki diabetes dibuat dari benang tembaga atau perak. Benang tersebut umumnya memiliki sifat antijamur. Kaus kaki ini juga mengandung tembaga yang bisa membantu mencegah infeksi kutu air berulang.
Beberapa kaus kaki diabetes memiliki sol tambahan yang dapat membantu mencegah kaki cedera. Sol terbuat dari kain ekstra tebal, gel, atau bantalan silikon yang menyatu dengan kaus kaki.
Beberapa kaus kaki diabetes memiliki sensor untuk melacak suhu kaki agar tetap kering.
Biasanya terdapat baterai seukuran koin yang letaknya ada di luar kaus kaki. Baterai tersebut biasanya dapat bertahan sekitar 6 bulan.
Lalu, apa sih beda kaos kaki diabetes dengan kaos kaki biasa?
Dikutip dari laman guesehat, berikut fitur-fitur yang biasanya ada di kaos kaki diabetes:
Kaos kaki dengan bahan yang menyerap kelembaban akan membantu menguapkan keringat di kaki, sehingga menurunkan risiko infeksi jamur dan juga mencegah kaki berbau tidak sedap.
Kaos kaki diabetes umumnya dibuat tanpa kelim untuk mengurangi risiko lecet dan lepuh, khususnya pada penderita diabetes yang memiliki neuropati atau hiperglikemia kronik (kadar gula darah tinggi). Kaos kaki diabetes terkadang juga berwarna putih di bagian telapak sehingga bisa menunjukkan proses pengeringan luka.
Beberapa kaos kaki diabetes terbuat dari fabrik bertekstur yang lembut seperti serat bambu dan wol. Keduanya memiliki bahan antimikroba dan juga kemungkinan besar tak terasa kasar di kulit.
Kaos kaki diabetes dibuat sebagaimana rupa agar tak terlalu mengekang betis, karena hal tersebut dapat mengganggu peredaran darah.
Untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur, beberapa kaos kaki diabetes dibuat menggunakan benang yang diresapi tembaga atau perak, karena keduanya mengandung bahan anti jamur. Kaos kaki yang diresapi tembaga juga bisa mencegah infeksi.
Ekstra sol dapat membantu mencegah luka di kaki. Kaos kaki diabetes dengan sol empuk juga bisa dibuat dari kain yang sangat tebal atau bantalan gel atau silikon yang dijahit.
Beberapa kaos kaki diabetes memiliki sensor yang bisa melacak suhu kaki dan memberikan peringatan kepada penggunanya via aplikasi di telepon genggam jika, misalnya ada lepuh. Namun, kaos kaki diabetes dengan fitur ini biasanya hanya bisa digunakan selama enam bulan.
Semoga informasinya bermanfaat ya!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.