Berbicara soal organ intim, banyak orang yang memilih untuk menghilangkan bulu atau rambut di daerah kemaluan. Hal ini dilakukan selain untuk lebih sedap dipandang, banyak juga yang berpendapat bahwa daerah intim yang bebas bulu lebih menggairahkan. Padahal bulu di sekitar organ intim memiliki fungsi yang bisa mencegah bakteri masuk ke dalam organ intim.

Ketika berbicara mencukur buru kemaluan, pasti akan ada saja orang yang mengalami cidera parah saat proses mencukurnya. Walhasil kulit area sensitif menjadi tergores dan lecet.

Jika Anda memilih untuk mencukur habis bulu area sensitif, sebaiknya hindari melakukannya sebelum berhubungan ranjang. Sebaliknya, Anda bisa mencukur bulu beberapa hari sebelum berhubungan untuk memberikan waktu tenang pada kulit sensitif di sekitar area genital.

Dilansir dari Hello Sehat, anjuran untuk tak mencukur bulu kemaluan sesaat sebelum berhubungan intim bukannya tanpa alasan.

Mencukur bulu kemaluan terbukti berkaitan dengan berbagai penyakit menular seksual. Mitos bahwa mencukur bulu kemaluan dapat menyingkirkan kutu kemaluan pun dianggap keliru.

Pedicularis pubis atau umumnya dikenal dengan kutu kemaluan tidak akan musnah dengan alat cukur, terlebih jika belum dirawat dengan pengobatan infeksi.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Sexually Transmitted Infections melaporkan bahwa laki-laki dan perempuan yang mencukur bulu area sensitif lebih berisiko mengidap penyakit kelamin, termasuk kutil kelamin, HPV, sifilis, gonore, klamidia hingga HIV.

Hasil temuan ini bahkan masih valid setelah peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain, seperti usia, dan jumlah pasangan yang dimiliki. Jika mencukur atau waxing bulu kemaluan tepat sebelum berhubungan, Anda mungkin lebih dekat dengan berbagai bahaya dan risiko tersebut.

Bukan tanpa alasan, kulit Anda akan lebih sensitif dan rentan terhadap ingrown hairs (rambut tumbuh ke dalam) setelah mencukur bulu. Ini membuat gesekan apa pun saat berhubungan lebih berisiko menghasilkan iritasi.

Baca Juga: Timbul Rasa Gatal Sehabis Cukur Bulu Kemaluan? Mungkin Ini Penyebabnya, Hati-hati...

Terlebih lagi, daerah sensitif lebih rentan terhadap infeksi herpes karena luka kecil yang terpapar oleh virus, baik lewat mulut atau organ intim.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.