Cinta dan obsesi adalah dua hal yang berbeda. Cinta merupakan sebuah emosi yang sehat dan berkembang di antara dua orang. Saat seseorang sudah cinta dengan pasangannya, maka ia bisa menerima apa adanya.

Sementara itu, obsesi merupakan sebuah emosi negatif yang dimiliki oleh seseorang. Bahkan, orang yang sudah terobsesi bisa melakukan hal-hal mencekam dan juga membahayakan. Kalau dalam hubungan, saat sudah terobsesi, dia akan berusaha mengubah pasangannya sesuai dengan keinginannya.

Dalam beberapa kasus, ada orang-orang yang mengalami obsessive love disorder atau gangguan yang terobsesi dengan cinta. Nah, untuk kamu yang sudah memiliki pasangan, Psikolog Klinis Raissa Hadiman memberikan beberapa tips supaya kamu enggak terobsesi dengan si dia!

Apa saja? Yuk, simak baik-baik, ya!

Mengembangkan komunikasi yang baik

Dalam sebuah hubungan, komunikasi tentu menjadi kunci yang paling utama. Kalau enggak ada komunikasi dua arah dengan pasangan, maka hubungan bisa saja hancur karena selalu ada kesalahpahaman.

“Kita harus punya komunikasi yang baik dengan pasangan kita, bicarakan apa yang kamu harapkan, apa yang kamu enggak suka, apa yang pasangan harapkan. Jadi, komunikasinya harus dua arah,” jelas Raissa Hadiman saat diwawancarai HerStory.co.id.

Baca Juga: Waduh, Kalau Pasangan Tunjukkan 3 Tanda Ini Berarti Dia Sudah Gak Bahagia Lho, Coba Perhatikan Deh!