Golongan darah O menjadi salah satu jenis golongan darah yang banyak dimiliki. Kabarnya golongan darah O lebih kebal dari berbagai macam penyakit.

Tapi, ada penelitian yang mengungkapkan bahwa golongan darah O memiliki risiko kematian yang tinggi dibanding golongan darah lain lho. Terutama pada pasien dengan kondisi trauma berat.

Mengapa Golongan Darah O Cenderung Memiliki Umur Pendek?

Dilansir dari laman sindikasi Suara.com (4/10/2021) hal itu berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Critical Care yang melibatkan 901 pasien gawat darurat di Jepang.

Para peneliti di Tokyo Medical and Dental University Hospital menemukan bahwa pasien trauma berat (dengan cedera yang berpotensi menyebabkan kecacatan atau kematian jangka panjang) dengan golongan darah O memiliki tingkat kematian sebesar 28 persen. Sementara pasien golongan darah lain berada di angka 11 persen.

"Studi terbaru menunjukkan bahwa golongan darah O bisa menjadi faktor risiko potensial untuk pendarahan," ujar Dr Wataru Takayama dikutip dari Eurokalert.

Pasien bergolongan darah O telah terbukti memiliki faktor Von Willebrand yang lebih rendah. Faktor Von Willebrand merupakan faktor penentu agar agen pembekuan darah dapat membantu mencegah pendarahan. Tingkat yang lebih rendah dari faktor von Willebrand terkait dengan tingkat perdarahan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Waduh, Golongan Darah O Harus Stop Makan Terong, Bahayanya Bisa Serius!