Beauty, apa kamu termasuk yang suka membasuh Miss V alias organ kewanitaanmu dengan menggunakan tisu toilet? Jika ya, stop mulai sekarang deh!

Pasalnya diam-diam, ada potensi bahaya di produk tersebut bagi kesehatan organ kewanitaan, lho.

Kamu harus tahu, Beauty, bahwa kulit area kewanitaan cenderung sensitif. Untuk itu, apa pun produk untuk merawat atau membersihkan area tersebut harus dicek dulu bahan-bahannya dengan saksama. Ini agar gak menyebabkan bengkak, iritasi, atau gejala lainnya. 

Nah, berikut ini adalah beberapa ancaman di balik pemakaian tisu toilet yang perlu kamu ketahui, Beauty, seperti dikutip dari media sindikasi JPNN.com, yuk simak!

1. Alergi

Biasanya, alergi bisa dicetuskan oleh bahan-bahan yang terkandung pada detergen, pelembut kain, pemutih, sabun, krim, kain sintetis, pewangi, pembalut, lubrikan seks, termasuk tisu toilet.

Tisu toilet dapat mengiritasi vulva (permukaan luar daerah kemaluan wanita) dan Miss V, terutama pada kulit sensitif. Demikian ucap Michael Ingber, M.D., uroginekolog dari The Center for Specialized Women’s Health kepada Glamour.

Secara teknis, kamu bisa memiliki alergi terhadap bahan kimia tertentu dalam tisu toilet. Misalnya, terhadap pewangi atau pemutih. Kondisi ini dapat menyebabkan vulvitis.

Gejalanya vulvitis meliputi gatal-gatal, sensasi terbakar, kemerahan, atau bengkak. Nah, bila kamu mengalami gejala tersebut setelah menggunakan merek tisu toilet yang belum pernah dicoba sebelumnya, khususnya jika mengandung pewangi (scented), segera beralih ke produk yang biasa kamu pakai sebelumnya atau yang gak mengandung pewangi.

2. Luka 

Menggosok vulva dengan kasar dengan tisu toilet dapat menyebabkan luka. Jaringan di area tersebut sangat halus. Hal ini membuat kamu harus memastikan untuk gak menyekanya terlalu kasar. Meski lukanya berukuran kecil (microcuts), tetap dapat mengakibatkan iritasi, bengkak, bahkan infeksi jika gak dirawat dengan benar.

“Bersihkan vulva hanya dengan menepuk-nepuknya perlahan, bukan dengan menggosoknya sekuat tenaga,” saran dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter.

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.