Pandemi COVID-19 sudah berlangsung lebih dari setahun. Di samping itu, masyarakat pun kini sudah mulai kembali berkativitas karena sebagian besar sudah mendapatkan vaksinasi.

Meskipun belum pulih sepenuhnya kembali, para ahli kesehatan memperkirakan bahwa kehidupan normal akan terjadi pada tahun 2022 mendatang. Hal tersebut dikatakan oleh Albert Bourla, CEO Pfizer sebuah perusahaan farmasi terbesar di dunia.

“Dalam setahun ke depan, saya pikir kita akan dapat kembali ke kehidupan normal,” kata Bourla dalam sebuah wawancara di 'This Week' ABC News dikutip CNBC (11/10/2021).

Kehidupan normal akan berlangsung dengan adanya kemungkinan masyarakat harus melakukan vaksinasi Covid setiap tahun. Pasalnya varian Covid akan terus bermunculan dan vaksinasi tetap diperlukan untuk kekebalan tubuh.

“Saya tidak berpikir bahwa ini berarti varian baru Covid tidak akan terus datang. Dan saya tidak berpikir bahwa ini berarti bahwa kita harus dapat menjalani hidup kita tanpa vaksinasi," sambung Bourla.

Perkiraan Bourla tentang kehidupan normal berlangsung pada tahun 2022 juga sesuai dengan prediksi CEO Moderna Stéphane Bancel yang sebelumnya mengatakan hal yang sama.

Untuk mewujudkan harapan kehidupan normal tersebut, Bourla dari Pfizer menyarankan kemungkinan suntikan vaksin virus corona tahunan akan diperlukan.

“Skenario yang paling mungkin bagi saya adalah, karena virus ini menyebar ke seluruh dunia, maka varian baru akan terus bermunculan. Saya pikir skenario yang paling mungkin adalah vaksinasi tahunan, tetapi kami tidak tahu persis, kami harus menunggu dan melihat datanya," papar Bourla.

Baca Juga: Sederet Buah-buahan yang Bisa 'Menangkal' Paparan Virus COVID-19, Kandungan Gizinya Luar Biasa!

Pada akhirnya para ahli kesehatan beranggapan bahwa pandemi Covid akan berakhir seperti pandemi influenza yang terjadi bertahun-tahun lalu.

"Dengan cara ini kita akan berakhir dalam situasi yang mirip dengan flu. Anda bisa mendapatkan vaksinasi dan memiliki musim dingin yang baik. Atau Anda tidak dapat melakukannya dan berisiko sakit dan bahkan mungkin berakhir di rumah sakit," ujar Stéphane Bancel.