Salah satu mekanisme pertahanan tubuh manusia adalah melalui pembekuan darah. Ketika terjadi luka, tubuh mulai berdarah. Pada saat itu, darah menjadi lebih kental dan mengarah pada pembentukan keropeng yang menghentikan pendarahan. Ketika gumpalan terbentuk di dalam salah satu pembuluh darah Anda, itu mungkin tak selalu larut dengan sendirinya, yang dapat berbahaya dan bahkan mengancam jiwa.

Umumnya, luka di dalam pembuluh darah Anda menyebabkan pengumpulan trombosit, yang kemudian melepaskan sinyal kimia sehingga protein kuat yang disebut fibrin datang dan membentuk gumpalan. Ada tiga jenis utama dari bekuan darah, yakni trombosis vena, trombus arteri dan trombus jantung.

Trombosis vena terjadi ketika darah stagnan berkumpul, umumnya di kaki, dan membentuk gumpalan. Trombus arteri terjadi ketika plak di pembuluh darah mempersempit saluran sehingga darah berkumpul di tempat yang menyempit. Sementara trombus jantung terjadi ketika otot jantung tak memompa dalam siklus yang tepat, memungkinkan darah menjadi stagnan.

Pembekuan darah dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala bekuan darah dan mencari bantuan medis.

Jika gumpalan darah pecah dan berjalan ke jantung dan paru-paru, itu bisa menjadi berbahaya. Massa darah yang membentuk bekuan dapat berubah dari cair menjadi seperti gel atau semi padat.

Penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda pembekuan darah karena ketika gumpalan terbentuk di dalam salah satu pembuluh darah dan tak larut dengan sendirinya, hal itu dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Berikut gejala paling umum dari pembekuan darah seperti dilansir dari Boldsky (11/10/2021):

1. Batuk Mendadak

Batuk yang tak dapat dijelaskan penyebabnya adalah salah satu gejala utama pembekuan darah. Selain itu, Anda perlu memantan detak jantung dan pernapasan. Setiap penyimpangan dalam bentuk apapun harus segera dilaporkan ke dokter.

Baca Juga: 4 Bahan Makanan Ini Ampuh Atasi Pembekuan Darah, Pasien COVID-19 Simak Ya!