Beberapa tahun belakangan, industri kecantikan dihebohkan dengan istilah V shape. Sebenarnya, apasih itu?

V shape merupakan salah satu upaya untuk memberikan efek pada wajah terlihat seperti huruf V atau berbentuk lonjong. Ketika wajah berbentuk lonjong, otomatis akan lebih terlihat tirus. 

Jika ingin membuat wajah tampak lebih oval atau V shape, tindakan yang bisa dilakukan adalah dengan botox atau filler. Biasanya dilakukan di area dagu atau istilahnya mid lower face.

Pakar kecantikan dr. Ratna Widyaningsih, Dipl. AAAM mengatakan V shape berasal dari negeri gingseng, Korea. Memang korea terkenal sebagai negara yang menjadi pelopor dibidang kecantikan khususnya skincare, tak heran apa yang sedang tren di sana diikuti juga di Indonesia. 

Baca Juga: Setelah Ramai V Shape, Kini Muncul E Shape

"V shape sampai saat ini jadi tren. Ingin wajah V agar lebih percaya diri, lebih atraktif. Nah sebetulnya awalnya dari Korea. Kebanyakan orang korea wajahnya berbentuk kotak. Mereka menanggap itu kurang feminin dan menarik,"  jelasnya.

Wajah berbentuk kotak lebih terkesan maskulin. Hal itu yang menyebabkan orang korea berlomba-lomba ingin mengubah wajahnya agar bentuknya lebih oval atau seperti huruf V.

V shape enggak salah tapi ada kurangnya. Dia hanya fokus pada mid lower daerah tengah ke bawah supaya keliatan cantik karna paradigmanya itu kalo mau cantik ya wajahnya V shape. Padahal wajah kita kayak rumah butuh fondasi, kalo kita fokus ke fondasi lebih dulu itu lebih bagus," tutupnya.