Vaksin COVID-19 kini sudah aman untuk ibu hamil. Pemerintah Indonesia bersama dengan para ahli kesehatan pun memaparkan syarat-syarat bagi ibu hamil yang ingin vaksin, yakni usia kandungannya harus berada di antara 13 hingga 33 minggu, memiliki tekanan darah normal, tak punya gejala atau keluhan pre eklampsia, dan tak sedang menjalani pengobatan. Selain itu, jika memiliki komorbid harus dalam kondisi terkontrol.

Ternyata ada penelitian terbaru bahwa ibu hamil yang disuntik vaksin bisa mentrasnfer antibodi kepada bayinya. Dilansir dari fatherly (14/10/2021) para peneliti menguji 36 bayi yang lahir dari orang tua yang divaksinasi dengan vaksin Pfizer atau Moderna. Hasilnya ditemukan bahwa 100 persen bayi yang baru lahir memiliki tingkat antibodi yang tinggi dari vaksin.

“Kami tak mengantisipasi itu. Kami berharap untuk melihat lebih banyak variabilitas,” ujar Ashley Roman, MD, seorang dokter kandungan di NYU Langone Health System kepada Bloomberg.

Tim Ashley menguji darah tali pusat untuk dua jenis antibodi saat lahir. Salah satu antibodi itu mengandung protein terkait dengan virus corona yang dihasilkan setelah infeksi dan vaksinasi COVID. Tetapi antibodi lain, yang disebut protein nukleokapsid, hanya muncul setelah infeksi.

Ini membuktikan bahwa ibu hamil memberikan perlindungan kepada bayi mereka karena telah melakukan vaksinasi COVID-19. Meski begitu, belum jelas berapa lama kekebalan atau antibodi tersebut bertahan pada bayi baru lahir. Oleh sebab itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

"Studi terus memperkuat pentingnya vaksin selama kehamilan dan kekuatannya untuk melindungi dua nyawa sekaligus dengan mencegah penyakit parah pada ibu dan bayi. Jika bayi bisa dilahirkan dengan antibodi, itu bisa melindungi mereka dalam beberapa bulan pertama kehidupan mereka, saat mereka paling rentan," ujar Ashley.

Baca Juga: 5 Tanda Keguguran yang Wajib Diwaspadai, Bukan Perdarahan Aja Lho!

Dengen penelitian ini, tak ada alasan lagi bagi ibu hamil untuk menghindari vaksinasi COVID-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan vaksin selama kehamilan, dan penelitian telah menemukan bahwa itu aman untuk orang tua dan anak.