Masalah kesehatan bisa mengganggu produktivitas seseorang. Umumnya masalah kesehatan yang dialami adalah terkait organ di sekitar perut, misalnya asam lambung.

Kondisi ini dipicu oleh asam yang ada di lambung naik ke kerongkongan. Hal ini pun menimbulkan gejala perut mulas, kembung, mual, panas di dada (heartburn), hingga mulut terasa pahit.

Gejala yang timbul akibat asam lambung pun menyebabkan rasa kurang nyaman sehingga banyak orang memilih untuk minum obat agar bisa segera mengatasi heartburn tersebut. Nah, sekarang enggak perlu bingung lagi pasalnya beberapa obat asam lambung ini sudah bisa ditemukan di apotek. Penasaran apa saja? simak terus ulasan berikut ya:

Antibiotik (obat asam lambung akibat infeksi bakteri)

Sama seperti tugas antibiotik pada umumnya, sebagai salah satu obat untuk mengatasi asam lambung, antibiotik berguna untuk membunuh bakteri.

Contoh antibiotik sebagai obat asam lambung meliputi amoxicillin, klaritromisin, metronidazole, tetracycline dan levofloxacin. Jenis, dosis, lama waktu penggunaan antibiotik pun akan dipertimbangkan dengan baik oleh dokter.

Obat pelindung lapisan usus dan sistem pencernaan

Dalam beberapa kasus tertentu, dokter mungkin akan meresepkan obat yang berfungsi untuk melindungi lapisan usus dan sistem pencernaan. Obat ini disebut sebagai agen sitoprotektif, yang tugasnya yakni membantu menjaga jaringan pelindung sistem pencernaan dan usus.

Contoh obat ini adalah sucralfate dan misoprostol yang hanya bisa didapatkan atas rekomendasi dokter.

H-2 receptor blockers dengan resep

Obat-obatan ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun hati-hati, bila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan adanya peningkatan risiko defisiensi vitamin B12.

Baca Juga: Sering Dikonsumsi! Ternyata 4 Obat Ini Gak Boleh Diminum Berlebihan Lho, Bisa Berakibat Fatal!

Contohnya adalah famotidine, nizatidine, cimetidine, dan ranitidine.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.