Bisa menikah dengan pria idaman adalah kebahagiaan bagi semua wanita. Memilihnya sebagai pasangan hidup yang mampu memimpin bahtera rumah tangga. Kalau bagi sebagian besar pasangan, menikah adalah suatu kebahagiaan yang amat berharga, tapi enggak berlaku untuk wanita asal Malang, Jawa Timur ini.

Beberapa waktu lalu, media sosial Twitter dihebohkan dengan cerita dari pemilik akun @NaimaMaheswari,di mana ia menceritakan kisah pernikahannya yang hanya berusia dua belas hari. Bukan ditinggal pergi karena meninggal dunia, tapi memang takdir yang memisahkan ia dan suami di pernikahan seumur jagungnya ini.

Gadis yang baru berusia 23 tahun ini, harus menerima pahitnya ujian pernikahan yang dialaminya ini. Memutuskan menikah pada 13 Desember 2019 dan berakhir dua belas hari setelahnya. Ia mengaku, ini merupakan catatan terkelam dalam hidupnya. 

Akrab dengan sapaan Nay, ia mengawali ceritanya mulai dari pertemuan pertmanya dengan laki-laki tersebut hingga kandasnya hubungan secara sepihak dengan runtut.

Pertemuan pertama

Dalam cuitannya, Nay mengaku mengenal laki-laki yang sempat menikahinya ini lewat salah satu temannya. Mereka saling mengenal sejak 2018 lalu, hampir setiap waktunya mereka saling berbalas pesan via chat, bincang seru hingga dini hari via telepon, hingga saling bertatap muka lewat video call di tengah-tengah kesibukannya.

Semua berjalan lancar selayaknya dua insan yang sedang dicumbu asmara. Nay mengaku kedekatannya dengan laki-laki itu tanpa dilabeli dengan "pacaran", singkatnya merekan menjalin hubungan teman tapi mesra alias TTM.

Niat melamar

Hari demi hari mereka lalui dengan diselimuti api asmara. Hingga pada akhirnya, tepat 20 April 2019, laki-laki yang enggak disebuti namanya itu mengajak Nay untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Nay sempat berpikir, dia akan mengajaknya pacaran dengan status hubungan yang lebih pasti.

Tapi nyatanya pemikiran Nay salah, jauh dari sekedar "pacaran", laki-laki itu berniat melamarnya dan mengajaknya untuk menikah. Kaget? Pasti! Nay enggak menyangka ada yang mengajaknya menikah di umur 23 tahunnya ini. Nay pun meminta waktu untuk enggak menjawabnya di hari itu.

Nay mengenalnya sudah cukup lama, bagi Nay dia adalah lakik-laki baik dan juga pekerja keras. Dia udah enggak memiliki seorang ayah dan mampu menghidupi ibunya dengan layak. Apalagi setelah mengajaknya untuk menikah, Nay memandangnya sebagai lelaki yang cukup gantle.

Menerima lamaran

Mendengar kabar putrinya yang ingin di lamar orang, orang tua Nay pun ikut kaget. Senang sekaligus terharu, itulah yang mereka rasakan saat mengetahui putri pertamanya ini akan menjadi Istri orang lain. 

Nay pun kembali menemui laki-laki itu dan menerima lamarannya. Saat mengatar Nay pulang, laki-laki itu pun bekata pada ayah Nay kalau akan memboyong keluarganya untuk melamar Nay.

Sampai akhirnya, prosesi lamaran yang ditunggunya pun tiba. Enggak digelar secara mewah, prosesi lamaran itu dilakukan secara tertutup dan hanya mendatangkan keluarga dekat saja.

Persiapan jelang nikah

Setelahnya, Nay sempat kewalahan saat memilih tanggal pernikahan yang tepat. Ia sempat berpikir akan menikah pada tahun 2020 atau 2021. Tapi, semua sudah ditakdirkan Yang Maha Kuasa, tanggal pernikahannya pun jatuh pada 13 Desember 2019.

Sekira kurang lebih delapan bulan, Nay dan calon suaminya harus mempersiapkan resepsi pernikahannya itu. Ia pun sempat melakukan foto pre-wedding layaknya pasangan yang ingin menikah pada umumnya.

Belum ada tanda-tanda aneh yang dialaaminya saat itu. Semuanya terasa indah dan menyenangkan dijalani keduanya, mulai dari memilih gaun dan jas pernikahan hingga persiapan lainnya.

Nay merasa senang, karena sebentar lagi ada sosok wajah yang akan dilihatnya setiap pagi dan tempat ia berkeluh kesah.

Mulai terjadi perselisihan

Mendekati tangga pernikahan tepatnya H-30, ada sedikit krikil yang menghalau hubungan keduanya. Nay sempat berselisih paham dan bertengkar hebat, sampai-sampai pertengkarannya itu diketahui dua keluarga. Untungnya, maslah itu bisa teratasi lewat petemeuan keluarga.

Nay sempat kaget setelah mengetahui sikap calon Imamnya itu ketika marah. Nada tingginya, telunjuk yang selalu mengarah kepada Nay, bahkan sampai berani mendorong Nay, semuanya masih jelas betul dalam benak Nay.

Sampai akhirnya, setelah sepuluh hari lamanya putus kabar, laki-laki itu pun meminta maaf kepada Nay atas perbuatannya.

Tapi Nay, menemukan sesuatu yang janggal di handphone milik calon suaminya itu. Ia menemukan isi pesan calon suaminya dengan kakak iparnya yang condong menjelek-jelekkan Nay. Tapi Nay, enggak mau mengambil pusing untuk menayakan isi pesan itu kepada calon suaminya. Nay berniat, ingin meluruskannya setelah pernikahn nanti.

Hari yang ditunggu-tunggu

13 Desember 2019, menjadi hari yang paling ditunggu Nay. Hari itu secara resmi ia sah menjadi seorang istri dari laki-laki pilihannya. Semuanya berjalan lancar, mulai dari akad nikah dalam satu tarikan nafas hingga resepsi yang berjalan meriah. Semua kebahagiaan terpancar di sini, begitu pun dengan kedua keluarga.

Pasca pernikahan

Paca proses pernikah, semuanya berjalan seperti bisanya, enggak ada yang aneh. Layaknya pasutri baru, mereka masih betah di rumah dan menghabiskan waktu bersama. Kondisi itu berlangsung selama hari ketiga pernikahan.

Di hari ke-empat, Nay mengaku tidak menemukan keromantisan lagi dari suaminya. Sejak pagi, enggak ada obrolan hangat seperti biasanya. Bahkan suaminya pun memutuskan untuk pergi ke rumah temannya hingga malam dan pulang langsung tidur dan tampak menjauhinya.

Nay masih mencooba berpikir positif saat itu. Hingga hari kelima pernikahan, suaminya memutuskan untuk kembali bekerja. Padahal hari itu merupakan peringatan "Sepasaran" yang diyakini masyarakat Jawa, kalau pengantin enggak boleh kerja dulu sebelum sepasar.

Ia pun membiarkan suaminya bekerja, karena kalau melarang takut salah paham. Nay pun menjalani prosesi Sepasaran sendiri dibantu oleh orang tuanya. Saat mengantarkan seserahan sepasar ke rumah mertuanya, Nay juga merasa ada yang aneh. Seharusnya ia mendapatkan seserahan balik dari mertuanya, namun ini enggak.

Selesainya ia melakukan prosesi itu, suaminya pun memintanya untuk kembali ke rumahnya (rumah mertuanya) karena ingin beristirahat di sana. Nay pun mengiyakan ajakan suaminya itu. sebelum sampai ke rumah mertuanya, Nay sempat membeli empat porsi Sate untuk mertuanya.

Tapi, pemeberian Nay enggak diindahkan oleh mertuanya. Dengan jelas, mertuanya menolak makanan pemberian Nay dan lebih memilih makanan yang dibawakan oleh kakak ipar Nay. Sedih? Sudah pasti! Tapi Nay mencoba menahannya. 

Ia pun kembali ke kamar dan melihat suami yang sedang asyik menonton televisi. Nay seperti diabaikan tanpa diajak bicara. Hingga akhirnya, Nay pun menerima panggilan video dari teman-temannya, ia pun asik bercengkrama dengan teman-temannya itu lewat sambungan video.

Saat asik bercengkrama, Nay pun mendengar sindiran halus dari sang kakak ipar. "Makanya  aku ga kerja ma, takutnya gabisa ngelayanin suami dengan baik dan kalau pulang pasti cape, gaada waktu ngumpul. Di kamar mulu".

Mendengar hal itu, Nay pun langsung memutus obrolan dengan teman-temannya. Ia pun langsung keluar kamar dan mendekati ibu mertua dan kakak iparnya yang tengah berbincang. Tapi justru Nay enggak dianggep sama sekali.

Hingga akhirnya Nay pun kembali ke kamar dan melihat suaminya telah tidur. Suasana hati Nay enggak karuan kala itu tapi dia masih menahannya sendiri.

Puncaknya

Semakin hari kenaehan semakin terlihat, enggak ada lagi obrolan hangat, suaminya sering membuang muka saat melihat Nay, hingga Nay memeluknya pun enggak ada respon. Sampai di hari kedelapan, Nay menemui suaminya lebih memilih tidur di tengah ruangan ketimbang di kamar. 

Nay sempat berpikir, apa karena fisik Nay yang enggak sempurna? Sejak awal dia sudah bilang ke suaminya dengan tubuh gemuk yang dimilikinya. Tapi, suaminya enggak mempermasalahkan hal itu.

Sampai di suatu pagi, Nay pun terserang diare dan enggak ada itikad baik dari suaminya yang melihat Nay bolak-balik ke kamar mandi. Bahkan saat Nay memintanya memberikan minyak hangat, ia hanya sekedar memberikan dan melanjutkan bersiap-siap pergi ke kantor.

Nay pun ditinggal sendirian dengan kondisi badan yang mulai lemas, saat itu sang Ibu mertua sedang pergi. Sampai akhirnya, Nay enggak kuat lagi dengan kondisi badannya saat itu ia pun mehubungi ayahnya untuk menjemputnya di rumah mertua.

Dengan isak tangis dan permohonan maaf yang selalu diucapkan lewat sambungan telepon, ayahnya Nay pun menjemputnya menggunakan mobil. Nay minta diantar ke rumah karena biasanya Ibunya memiliki racikan khusus saat dirinya sakit.

Sesampainya di rumah Nay pun diobati langsung oleh Ibunya. Nay akhirnya menceritakan semua apa yang dialaminya hingga saat ini. Mendengar itu orang tua Nay enggak mau gegabah dan memilih untuk membicarakannya baik-baik.

Nay memberi tahu suaminya, kalau ia saat ini sedang di rumah karena sakit. Nay meminta agar suaminya ke rumahnya, tapi dengan jelas suaminya menolak dengan alasan ia merasa pusing setelah makan Gulai Kambing.

Hingga kahirnya, Nay pun enggak tahan dengan sikap suaminya. Ia pun menanyakannya langsung dengan apa yang sudah terjadi dan sang suami hanya membalasnya dengan "Maaf... maaf banget".

Sakit hatinya makin terasa. Nay pun enggak bisa mengontrol dirinya, ia menangis sambil menggedor-gedor lemari di kamarnya. Mengetahui hal itu orang tua Nay pun ikut bersedih, air mata sang Ibunda enggak terbendung lagi melihat kesedihan Nay.

Orang tua Nay pun memutuskan untuk menghampiri rumah mertua Nay dan mencoba membicarakannya baik-baik. Tapi apa? Dengan polosnya lewat paman suaminya, suaminya cuma bilang "Maaf aku enggak bisa menuruskan pernikahn ini".

Mengetahui hal itu, hati Nay benar-benar hancur dan baru menyadari bahwa ini merupakan masa kelam dalam hidupnya. Nay mencoba mengirimkannya pesan melalui WhatsApp dan hingga kini enggak ada balasan dari suaminya.