Menu

Perselingkuhan Bisa Terjadi Karena Faktor Genetik, Benarkah?

02 November 2021 17:15 WIB
Perselingkuhan Bisa Terjadi Karena Faktor Genetik, Benarkah?

Ilustrasi perselingkuhan.(Unsplash/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Selingkuh memang menyakitkan. Terjadi karena berbagai alasan beberapa pasangan memutuskan untuk berselingkuh. Padahal jika memang sudah bosan, bukankah lebih baik memutuskan hubungan?

Ternyata, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa selingkuh ada kaitannya dengan faktor genetik. Sebanyak 40% kecenderungan selingkuh pada wanita disebabkan faktor genetik, sedangkan pada pria mencapai 63%.

Hal ini dikarenakan setiap orang terlahir dengan membawa gen D4 plymorphsm (DRD4). Yang mana varian dan ukuran dari gen tersebut menentukan bakat selingkuh seseorang.

Gen DRD4 memiliki peran untuk memproduksi hormon dopamin. Hormon tersebut diproduksi ketika hati sedang dalam perasaan senang. Selain gen DRD4, varian dari gen AVPR1A juga dipercaya menjadi pemicu seseorang berselingkuh.

Gen AVPR1A berperan dalam produksi arginine vasopressin yang tugasnya mengatur empati dan ras percaya seseorang.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di Himedik.com

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Himedik.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan