Ilustrasi wanita mencurigai pasangan sedang jajan prostitusi lewat media sosial. (theghanareport.com/Edited By HerStory)
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa lelaki memiliki kecenderungan untuk berselingkuh. Selain itu, selingkuh juga bisa terjadi karena adanya gen selingkuh.
Apa sih gen selingkuh itu? Gen selingkuh mempengaruhi produksi hormon vasopressin, hormon yang terkait dengan ikatan dalam otak para lelaki. Hormon tersebut memiliki kemungkinan pria memilih monogami dengan pasangan serta merasa puas dalam hubungan.
Dilansir dari laman Everyday Health Selasa, (02/11/2021), gen selingkuh hanya salah satu faktor yang dapat dipertimbangkan saat menentukan kesetiaan lelaki. Berikut tanda-tanda yang memungkinkan pria berselingkuh:
Seorang lelaki belajar banyak mengenai cinta dan keintiman dari hubungan masa lalunya. Hubungan tersebut bisa saja penuh dengan masalah komitmen dan sulit untuk mempercayai seseorang.
Lingkungan keluarga khususnya orang tua sangat berpengaruh pada anak mereka. Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang berselingkuh mungkin melihat selingkuh sebagai tindakan yang buruk, serta merusak pernikahan orang tuanya.
Begitu sebaliknya anak yang dibesarkan dikeluarga yang baik-baik saja kurang memahami apa itu selingkuh.
Pelajaran yang diajarkan saat kecil akan tertanam hingga dewasa. Bila diajarkan tentang kejujuran maka sampai dewasa akan menunjukkan sikap jujur, begitupun sebaliknya.
Kematangan pribadi seseorang cukup penting. Jika lelaki menolak untuk berkomitmen, maka kemungkinan ia seseorang yang enggal setia dan serius dalam suatu hubungan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.