Menu

5 Tips Mudah Kelola Uang untuk Urban Moms, Dijamin Gak Boncos di Akhir Tahun!

Nada Saffana
09 November 2021 18:24 WIB
5 Tips Mudah Kelola Uang untuk Urban Moms, Dijamin Gak Boncos di Akhir Tahun!

Ibu mengelola keuangan. (Maybank Indonesia/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Banyak para istri yang memiliki peran ganda di dalam rumah tangga selain menjadi seorang ibu. Salah satu tugasnya adalah mengelola keuangan agar tujuan keuangan keluarga bisa tercapai.

Namun, menjelang akhir tahun akan ada saja pengeluaran yang tak terduga hingga akhirnya bisa menggangu cash flow, misalnya godaan untuk liburan di akhir tahun.

Oleh sebab itu, momen inilah para moms perlu mengatur keuangan dengan bijak. Jika salah melangkah maka akan mengacaukan segalanya.

Nah, ternyata ada siasat yang bisa dilakukan para moms agar tetap bijak mengelola dana dengan tertib menabung tanpa harus ngerem spending.

Berikut ini 5 tips yang mudah untuk diikuti oleh urban Moms dalam mengelola dana secara efisien dan cerdas dari Maybank Indonesia:

1. Bedakan rekening untuk transaksi dengan rekening tabungan

Setiap Mom tentu memiliki pengeluaran harian, mingguan, hingga bulanan, yang harus dicatat dan dipantau dengan seksama. Oleh karena itu, memiliki berbagai ‘kantong’ untuk beragam fungsi adalah solusi dalam mendorong kedisiplinan mengelola dana.

2. Jangan panic buying! Buat daftar belanja berdasarkan skala prioritas

Segera buat skala prioritas dengan kategori pos keuangan pokok, misalnya kebutuhan makanan dan kesehatan, pembayaran bulanan untuk pemakaian listrik, air, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Dengan membuat kategori pos keuangan serta daftar barang & jasa yang dibutuhkan, dapat menjaga Moms agar tidak ‘kecolongan’ dalam berbelanja. Pengalokasian dana untuk berbagai pos keuangan juga akan membantu dalam menyeimbangkan neraca rumah tangga.

Manfaat lainnya adalah agar Moms tidak panic buying karena impulsif atau peer pressure sehingga dapat memandang situasi dengan akal sehat. Panic buying sangat merugikan keuangan rumah tangga karena ada tendensi untuk membeli barang secara berlebihan.

Halaman: