Menu

Waspada, Minum Kopi Sebelum Sarapan Tingkatkan Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung!

Nada Saffana
16 November 2021 07:56 WIB
Waspada, Minum Kopi Sebelum Sarapan Tingkatkan Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung!

Coffee.(Pinterest/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Sarapan jadi waktu makan yang paling penting dalam sehari. Pasalnya waktu makan di pagi hari bisa meningkatkan energi untuk menjalankan aktivitas seharian.

Oleh sebab itu, pemilihan menu sarapan harus cermat agar tak salah memilih makanan. Nah, biasanya sebelum sarapan banyak yang memilih untuk minum kopi terlebih dahulu. 

Tapi sayangnya, dilansir The Health Site, menurut penelitian dari University of Bath di Inggris, minum kopi di pagi hari dapat berdampak negatif pada kontrol gula darah, faktor risiko diabetes dan penyakit jantung.

Studi yang terbit di British Journal of Nutrition menganalisis hasil dari 29 pria dan perempuan sehat yang menjalani tiga eksperimen dalam semalam yang berbeda secara acak.

Eksperimen pertama, peserta dibiarkan tidur secara normal. Pada pagi hari, mereka diminta mengonsumsi minuman manis setelah baru bangun.

Percobaan kedua, peserta mengalami gangguan tidur (mereka dibangunkan oleh peneliti setiap jam selama lima menit). Setelah bangun, mereka mendapat minuman yang sama.

Ternyata minum kopi tiap pagi bisa turunkan berat badan (shutterstock)

Pada ketiga kalinya, peserta mendapat gangguan saat tidur dan ia diberi kopi hitam kental 30 menit di pagi harinya sebelum mengonsumsi minuman manis.

Dalam setiap tes ini, sampel darah dari partisipan diambil setelah konsumsi minuman mengandung glukosa yang dalam studi ini diartikan sebagai sarapan karena dijadikan sumber energi.

Peneliti lalu menemukan kopi hitam pekat yang dikonsumsi sebelum sarapan secara substansial meningkatkan respons glukosa darah sekitar 50 persen.

Studi baru ini mengungkapkan, selain kepercayaan umum meminum kopi setelah kurang tidur dapat mengatasi masalah kantuk, ada hal lain yang mesti diperhatikan dari kebiasaan tersebut. Minum kopi ternyata juga dapat menciptakan masalah lain dengan membatasi kemampuan tubuh dalam mentolerir gula saat sarapan.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.