Ilustrasi wanita sedang mengalami gangguan mental. (Freepik/Racool_studio)
Tak cuma penyakit fisik seperti diabetes yang bisa diturunkan ke anak, gangguan kesehatan mental juga demikian.
Kendati begitu bukan berarti Moms yang memiliki masalah kesehatan mental akan melahirkan anak dengan hal serupa. Hanya saja ada risiko yang lebih besar bagi anak.
Sebab ada faktor lain yang bisa mendorong gangguan mental tersebut seperti faktor lingkungan atau perkembangan si anak.
Seperti dilansir dari Medical News Today (18/11/2021), terdapat 5 gangguan mental yang mungkin diturunkan karena bersifat genetik.
Gangguan kesehatan mental ini tergolong berat dan merupakan kondisi jangka panjang sehingga dibutuhkan pengobatan seumur hidup.
Skizofrenia membuat penderitanya berhalusinasi, delusi, pola pikir dan perilaku yang bisa mengganggu aktivitasnya lantaran menginterpretasikan realita secara abnormal.
Bipolar adalah gangguan mental karena adanya perubahan emosi, energi, tingkat aktivitas, dan konsentrasi secara drastis. Kondisi pengidapnya berkisar pada dua periode dari mania (sangat senang) ke depresif (sangat terpuruk).
Fase emosi gangguan bipolar bisa berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.
Spektrum autisme merupakan gangguan perkembangan yang meliputi kemampuan bahasa, perilaku, dan interaksi sosial. Spektrum autisme ternyata berisiko lebih tinggi hingga 4 kali pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.
Depresi sebenarnya memiliki jenis yang beragam dan salah satunya depresi mayor yang bersifat genetik. Depresi mayor bisa berlangsung minimal selama dua minggu dan berlangsung terus-menerus.
Gejala dari depresi mayor meliputi perasaan sedih, putus asa, kehilangan minat dan gairah, sulit tidur, kehilangan nafsu makan bahkan tak sedikit juga memiliki kecendurungan untuk mengakhiri hidupnya.
Moms mungkin lebih akrab dengan istilah hiperaktif. Hiperaktif (ADHD) termasuk ke dalam gangguan yang mempengaruhi cara otak tumbuh dan berkembang. Atau peningkatan aktivitas motorik yang bisa berlangsung sama dewasa.
Hampir serupa dengan autisme, hiperaktif lebih sulit berkonsentrasi karena cenderung menghindari sesuatu hal yang membutuhkan fokus atau perhatian dan lebih mudah bosan.
Kendati begitu, sekali lagi kalau genetik tak menjadi penyebab utama sehingga Moms tak perlu khawatir. Meski berpeluang untuk diturunkan, bisa saja ada perbedaan dan cukup besar mengenai tingkatannya dengan diantara anggota keluarga.
Moms jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai masalah mental yang dialami.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: