Menu

Jangan Dianggap Sepele! Sakit Kepala Saat Hamil, Bisa Jadi Tekanan Darah Tinggi

18 November 2021 17:40 WIB
Jangan Dianggap Sepele! Sakit Kepala Saat Hamil, Bisa Jadi Tekanan Darah Tinggi

Ilustrasi ibu hamil mengalami anemia. (Hermina Hospitals)

HerStory, Jakarta —

Sakit kepala sangat umum terjadi pada semua orang, terutama pada ibu hamil. Tentu rasa sakit ini membuat para ibu hamil merasa gak nyaman.

Kamu mungkin melihat peningkatan jumlah sakit kepala sekitar minggu ke-9 kehamilan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh perubahan hormon dan volume darah meningkat. selama kehamilan.

Menurut David Columbo, MD, spesialis kedokteran ibu-janin dengan Spectrum Health, sebagian besar waktu, sakit kepala kehamilan gak berbahaya. Namun, sakit kepala yang datang tiba-tiba, terutama pada paruh kedua kehamilan, bisa menjadi tanda preeklamsia; kondisi berbahaya yang memerlukan bantuan medis. 

"Rasa sakit dari sakit kepala kehamilan mungkin terkonsentrasi di satu sisi kepala, sinus, atau kedua sisi kepala," kata Columbo, dikutip dari laman sindikasi Akurat.co. pada Kamis, (18/11/2021).

Berikut beberapa penyebab sakit kepala pada masa kehamilan: 

Tekanan sinus

Peningkatan volume darah selama kehamilan dapat meningkatkan tekanan pada sinus, yang menyebabkan sakit kepala sinus

Gangguan tidur

Kurang tidur dapat meningkatkan risiko sakit kepala. Hingga 94 persen orang hamil melaporkan gangguan tidur yang dapat meningkatkan risiko sakit kepala.

Dehidrasi

Mual terkait kehamilan dapat membuat kamu tidak ingin minum cukup air. Kondisi ini meningkatkan risiko sakit kepala terkait dehidrasi. 

Lapar

Saat terbiasa makan lebih banyak kalori, kamu mungkin mengalami serangan rasa lapar dan gula darah rendah yang dapat memicu sakit kepala.

Fluktuasi hormon

Fluktuasi hormon dapat berperan dalam migrain, dan mungkin menjadi faktor paling umum untuk sakit kepala selama kehamilan.

Ketegangan otot

Penambahan berat badan dan perubahan tubuh dapat memberi tekanan dan ketegangan pada bahu dan leher, yang menyebabkan sakit kepala 

Membatasi asupan kafein

Orang yang membatasi asupan kafein saat hamil mungkin mengalami gejala seperti kelelahan dan sakit kepala. Kondisi ini sangat mungkin terjadi jika kamu minum banyak kafein sebelum kehamilan.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi berhubungan dengan preeklamsia, yang dapat menyebabkan sakit kepala. Ini sering terjadi setelah minggu ke-22.

Jika sering mengalami sakit kepala dan gak bisa diatasi dengan parasetamol, itu bisa menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius, yang disebut preeklamsia. Ini biasanya melibatkan peningkatan tekanan darah dan masalah dengan ginjal. 

Sakit kepala pada ibu hamil sangat mengkhawatirkan selama trimester ketiga, ketika risiko preeklamsia meningkat. Jika mengalami perubahan penglihatan atau melihat bintik-bintik, segera hubungi dokter karena ini adalah tanda preeklamsia.

Baca Juga: Tak Hanya Soal Medis, dr. Bee Hadir Dampingi Perjalanan Perempuan Menuju Kehamilan

Baca Juga: Ibu Hamil Boleh Mengonsumsi Hepaherb? Kenali Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di Akurat

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan