Ilustrasi kematian di tempat tidur. (Freepik/Oporty)
Kurang tidur akibat begadang semalaman dapat meningkatkan risiko diabetes lho. Pasalnya saat tubuh kurang tidur, hormon stres pun meningkat dan itu juga dapat memicu diabetes. Sama seperti mengonsumsi makanan yang tak sehat, gaya hidup dan obesitas, kurang tidur juga meningkatkan risiko terkena gangguan metabolisme ini.
Dr Sneha Kothari, Konsultan Endokrinologis di Global Hospital Mumbai menjelaskan bahwa kurang tidur menyebabkan pelepasan hormon stres, seperti kortisol yang menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan kadar gula darah.
"Selain itu, tingginya kadar hormon stres ini menyebabkan keinginan untuk makanan dan minuman yang tinggi gula dan karbohidrat. Hal ini menyebabkan penambahan berat badan dari waktu ke waktu yang mengarah pada perkembangan Diabetes Tipe 2. Kurang tidur membuat lebih sulit untuk menurunkan berat badan,” kata Dr Sneha dikutip Healthshots (18/11/2021).
Dr Shena juga menambahkan bahwa kurang tidur juga mengurangi kadar hormon leptin, yang membantu mengontrol metabolisme karbohidrat.
“Kadar leptin yang rendah telah terbukti meningkatkan keinginan tubuh akan karbohidrat terlepas dari jumlah kalori yang dikonsumsi,” paparnya.
Menurut The American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society, orang dewasa harus tidur setidaknya 7 jam per malam. Kantuk di siang hari dan merasa sangat lelah di siang hari adalah tanda-tanda khas dari kurang tidur. Gejala lain termasuk:
Untuk menghindari risiko diabetes tipe 2 karena kurang tidur, penting untuk mempraktikkan waktu tidur yang baik dan menjaga waktu tidur yang teratur bahkan di akhir pekan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.