Ilustrasi pasangan suami istri. (Pinterest/freepik)
Bercinta memang jadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Pasalnya ketika berhubungan seks, tubuh bisa melepaskan hormon-hormon yang membuat stres dan bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik.
Namun, harus tahu bahwa bercinta tetap memiliki aturan dan tak boleh dilakukan 'sembarangan'. Hal itu harus dilakukan agar tak menyebabkan ketergantungan atau kecanduan.
Sebuah penelitian menyebutkan kecanduan seks ini disebabkan oleh hormon yang dikenal sebagai oksitosin. Hormon oksitosin ini dianggap bisa membuat orang lebih terikat.
Berikut beberapa tanda peringatan seseorang memiliki perilaku seksual kompulsif atau kecanduan seks:
Fantasi dan dorongan perilaku seksual yang berulang serta intens bisa menandakan seseorang kecanduan seks. Beberapa pecandu seks memiliki keasyikan sendiri tentang hubungan seks. Bahkan hal ini bisa mengganggu produktivitasnya.
Sebenarnya orang yang masturbasi bukan berarti kecanduan seks. Tetapi, masturbasi yang berulang dan terlalu sering bisa jadi tanda peringatan kecanduan seks.
Orang yang hiperseksual lebih menyukai tantangan yang berisiko, seperti hubungan seks di luar nikah, seks tanpa kondom hingga sering menonton film porno. Bahkan ada pula yang terlibat dalam kegiatan seksual yang ilegal.
Banyak pecandu seks mengalami kesulitan membangun atau mempertahankan hubungan yang sehat. Mereka kadang-kadang menghindari keintiman fisik, seksual dan emosional karena takut menjadi rentan.
Desakan kuat dan fantasi pecandu seks membuat mereka merasa seolah-olah sedang berada di luar kendali mereka. Mereka memiliki kesadaran bahwa dorongan tersebut tidak dapat dikendalikan, terlepas dari konsekuensi keuangan, medis atau sosial.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.