Menu

Gawat! Terbiasa Gak Sarapan Bisa Picu Serangan Jantung Lho, Hati-hati Ya

Nada Saffana
24 November 2021 07:59 WIB
Gawat! Terbiasa Gak Sarapan Bisa Picu Serangan Jantung Lho, Hati-hati Ya

Ilustrasi serangan jantung. (Pinterest/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Banyak yang menganggap bahwa melewatkan sarapan bisa bantu mengurangi berat badan, padahal kenyataannya enggak begitu lho. Melewatkan sarapan memberikan dampak buruk bagi tubuh, salah satunya adalah meningkatknya risiko serangan jantung.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology, sering melewatkan sarapan dapat meningkatkan risiko pengerasan pada dinding pembuluh darah arteri atau dikenal dengan istilah atherosklerosis.

Setelah peneliti memperhitungkan segala faktor risiko dari serangan jantung, mereka yang rutin tak sarapan, tetap memiliki risiko tinggi menderita atherosklerosis bila dibandingkan dengan mereka yang rajin sarapan.

Dilansir dari Healthy Guide, menurut Dr. Valentín Fuster, peneliti dalam studi ini, presentase energi yang dikonsumsi pada pagi hari kemungkinan besar berpengaruh terhadap kesehatan sistem kardiovaskuler.

Pada studi sebelumnya, melewatkan sarapan dihubungkan dengan hal hal yang berhubungan dengan penyakit jantung seperti kegemukan, diabetes dan kadar kolesterol yang tinggi. Studi kali ini, peneliti melakukan analisa terhadap data kuisioner diet dari 4.052 orang dewasa yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Dari 4.052 orang dewasa tersebut, 3% tidak biasa sarapan, 69% memiliki kebiasaan sarapan dengan porsi kecil atau 5 sampai 20i kebutuhan kalori harian, dan 28% bisa sarapan dengan porsi besar atau lebih dari 20i kebutuhan kalori harian.

“Mereka yang tidak sarapan sebagian besar berjenis kelamin laki laki, perokok dan mereka yang mengikuti program diet makan kalori di siang hari,” ujar Fuster.

Dibandingkan dengan mereka yang rutin sarapan dengan porsi besar, mereka yang sarapan dengan porsi kecil masih memiliki risiko mengalami kerusakan pada pembuluh arteri utama pada leher sebesar 21 risiko kerusakan pada pembuluh darah perut sebesar 17%.

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Share Artikel: