Ilustrasi bercak darah di mata penderita hipertensi (Shutterstock/Edited By HerStory)
Sudah bukan rahasia lagi ya beauty, hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa meningkatkan risiko beberapa komplikasi mematikan, termasuk serangan jantung dan stroke.
Karena itu, buat kamu atau siapapun yang bermasalah dengan tekanan darah tinggi perlu mengubah gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah.
Nah, kamu juga perlu memahami bahwa gejala tekanan darah tinggi termasuk sulit dikenal. Tetapi, kondisi ini bisa menyebabkan nyeri dada, sakit kepala parah dan darah dalam urine.
Kamu juga bisa berisiko memiliki hipertensi mematikan bila mengembangkan tanda-tandanya di bagian mata, contohnya bercak darah di mata.
Bercak atau bintik-biktik darah di mata mungkin bisa disebabkan oleh kondisi lain. Tetapi, American Heart Association memperingatkan kondisi itu secara tak langsung bisa disebabkan oleh hipertensi.
Sebab, tekanan darah tinggi yang tidak diobati bisa menyebabkan kerusakan pada saraf optik. Selanjutnya, kerusakan ini bisa menyebabkan pembuluh darah di mata rusak.
Pada akhirnya, muncul bercak merah seperti darah pada bagian putih mata. Bercak merah menyerupai darah itulah yang perlu diwaspadai penderita hipertensi.
"Berbagai gejala mungkin secara tidak langsung berkaitan dengan hipertensi, tetapi tidak selalu disebabkan oleh tekanan darah tinggi," jelas American Heart Association dikutip dari Express.
Menurutnya, bercak merah di mata disebut perdarahan subjonjungtiva yang lebih umum pada orang dengan diabetes atau tekanan darah tinggi. Bila tidak ada kondisi atau penyakit yang menyebabkan bercak merah tersebut.
“Bercak merah di mata bisa juga tidak berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Tapi, seorang dokter mata mungkin bisa mendeteksi kerusakan saraf optik akibat tekanan darah tinggi yang tidak diobati," jelasnya.
Adapun tanda-tanda peringatan lain dari hipertensi, termasuk tremor otot atau sering tiba-tiba terjatuh.
Setiap tekanan darah di atas 180 / 120mmHg dapat merusak pembuluh darahmu secara permanen. Kemudian, kamu bisa mengeluarkan cairan.
Anda juga perlu mengidentifikasi hipertensi sejak awal, karena kondisi ini bisa menyebabkan sejumlah komplikasi mematikan.
Semua orang dewasa di atas 40 tahun harus memeriksa tekanan darah mereka setidaknya sekali setiap lima tahun.
Kamu juga bisa menurunkan risiko tekanan darah tinggi dengan makan makanan yang sehat, seimbang dan dengan berolahraga teratur.
So Beauty, jika kamu sudah didiagnosis darah tinggi dan mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasi dengan dokter ya!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.