ilustrasi anak sedang bermain (Pexels/cottonbro)
Sehabis bermain terkadang anak langsung pergi tanpa membereskan mainannya. Hal ini sering terjadi atau sudah menjadi kebiasaan anak.
Memang mengajari anak untuk beres-beres bukanlah perkara mudah. Orang tua perlu membuat si kecil paham pentingnya membereskan mainan sendiri.
Dengan cara ini, anak lambat laun akan melakukan tanggung jawabnya secara mandiri.
Sebagai langkah awal, berikut sejumlah tips yang dapat kamu lakukan:
Anak-anak pada dasarnya gak suka beres-beres. Jika anak nggak mengerti pentingnya merapikan mainan, ia gak akan termotivasi untuk melakukannya.
Jadi, sebelum kamu mengajarkan anak merapikan mainan, coba tanamkan dahulu pentingnya kegiatan ini.
Anak-anak, terutama yang masih balita, akan cepat merasa bosan bila harus merapikan mainannya setiap kali selesai bermain.
Oleh sebab itu, cobalah mengajak anak membereskan mainannya pada sore hari ketika ia betul-betul gak ingin bermain lagi.
Jika anak membuat sesuatu yang rumit dan belum selesai hingga waktu beres-beres, katakan padanya untuk menyelesaikannya besok.
Sebisa mungkin, jangan biarkan anak mengatur waktu main sendiri, tapi tetap hargai keinginannya untuk menyimpan mainan yang belum selesai tersebut.
Ada banyak hal yang dapat membuat kegiatan beres-beres terasa menyenangkan.
Jika si kecil menyukai musik dan bernyanyi, coba ajak ia merapikan mainan sambil menyetel lagu-lagu kesukaannya. Atau lebih baik lagi, buatlah lagu beres-beres ala kalian berdua.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.