Menurut survei terbaru, 44% pasangan yang menikah percaya bahwa bertengkar lebih dari sekali dalam seminggu membantu mereka menjaga hubungan yang sehat dan produktif untuk waktu yang lama.

Faktanya, pasangan yang sering berdebat secara damai cenderung memiliki hubungan yang awet, meskipun ada sedikit kesalahpahaman, mereka tahu bahwa cinta mereka benar dan tulus. Mengapa bertengkar bisa baik untuk hubungan?

Bertengkar dapat mengurangi rasa bosan

Jika hubungan sudah berlangsung selama beberapa tahun, pasti akan selalu ada hal-hal yang enggak disukai satu sama lain. Dan hal itu sama sekali enggak buruk. Konflik yang konstruktif dapat memicu percikan dalam hubungan dan membuatnya lebih menarik.

Bertengkar dapar mengungkapkan hasrat

Beberapa pasangan benar-benar menikmati pertengkaran hebat karena hal itu dapat meningkatkan kadar hormon mereka. Secara enggak sadar, orang-orang tahu bahwa berkelahi hanyalah proses mengeluarkan hasrat dari dalam diri. Setelah itu akan membuat hubungan lebih bergairah.

Jika ingin menjaga hubungan tetap kuat dan berkembang, perlu untuk membiarkan emosi itu keluar daripada menahannya. Tapi jangan lupa untuk menyelesaikan pertengkaran dengan cara yang positif.

Bertengkar membuat hubungan langgeng

Menurut beberapa penelitian, kesalahan terbesar yang biasanya dilakukan pasangan adalah menghindar. Kita sering merasa ada sesuatu yang salah tetapi enggak mengatakan apa-apa. Komunikasi yang buruk ini menjadi alasan paling umum untuk mengakhiri hubungan.

Kamu mungkin berpikir bahwa mendiskusikan masalah sensitif enggak akan ada manfaatnya bagi hubungan, itu adalah hal yang enggak benar.

Ketika bertengkar, kamu akan fokus untuk menyelesaikan masalah sebelum jadi terlalu besar. Itu sebabnya pasangan yang sering bertengkar tetap bersama untuk waktu yang lama.

Bertengkar dapat meredakan dendam

Berada dalam suatu hubungan memang bukan lah hal yang mudah. Jika peduli dengan pasangan, kamu harus selalu meredakan ego. Ketika ego mulai menganggu suatu hubungan, mulai tumbuh kebencian. Saat itulah hubungan menjadi enggak sehat.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah mengeluarkan perasaan negatif yang dirasakan dan tunjukkan pada pasangan bahwa kalian berdua sama dengan kebutuhan sendiri.

Bertengkar memperkuat koneksi dengan pasangan

Saat berdebat dengan pasangan, enggak peduli apakah menang atau kalah. Hal yang paling penting dalam pertengkaran adalah belajar banyak tentang satu sama lain. Bahkan kamu akan lebih mengetahui tentang diri sendiri.

Konflik kecil membantu kalian berdua mengungkapkan sifat asli dan menunjukkan kepada pasangan bagaimana cara mengatasinya. Jika berhasil mengatasi semua tantangan bersama, kalian akan belajar cara berkompromi dan memperkuat ikatan satu sama lain.

Baca Juga: Ternyata Menangis Bisa Menurunkan Berat Badan Lho!

Bertengkar merupakan tanda hubungan yang sehat

Psikolog percaya bahwa ada 7 poin kunci untuk hubungan yang sehat dan bahagia. Da bertengkar adalah salah satunya. Bahkan, jika pasangan enggak pernah bertengkar atau berdebat, mungkin pertanda bahwa ada sesuatu yang enggak beres.

Bertengkat membantu pasangan mempertimbangkan kembali perasaan mereka dengan menyapa dan mendiskusikan hal-hal yang penting. Namun, argumen yang dikeluarkan haruslah sehat dan enggak agresif. Selalu coba nyatakan poin yang kamu rasakan tanpa menyebut nama atau meninggikan suara.

Bertengkar membuat komunikasi lebih mudah

Untuk menciptakan kepercayaan dalam hubungan, kamu enggak perlu diam. Sebaliknya, perlu untuk mendekati pasangan dengan pikiran terbuka, mengambil tanggung jawab atas tindakan yang diperbuat dan mendengarkan satu sama lain dengan cermat.

Bertengkar adalah salah satu bentuk komunikasi utama yang paling jujur. Hal itu sangat membuat perasaan merasa lebih intim, meningkatkan rasa percaya, dan meningkatkan koneksi satu sama lain. Selain itu juga bertengkar dapat mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan cara yang lebih produktif.

Bertengkar berarti peduli

Mungkin akan jauh lebih mudah untuk menutup mata terhadap beberapa kebiasaan pasangan yang membuat kamu kesal. Tetapi hal itu menahan semua rasa sakit dan ketidaknyamanan yang harusnya dikeluarkan.

Jika kamu merasa ada hal yang enggak disukai, katakan! Ketika bertengkar, artinya kamu peduli bahwa hal yang dilakukan sebenarnya salah dan kamu enggak ingin pasangan melakukan kesalahan ketika bersama orang lain.

Bertengkar merupakan tanda hubungan yang matang

Penghindaran konflik jelas bukan cara terbaik untuk membangun hubungan yang tahan lama. Sebaliknya, jika dapat berbicara dengan jelas ketika bertengkar, itu berarti hubungan siap untuk ke jenjang selanjutnya.

Orang dewasa enggak perlu melakukan serangan pribadi atau berteriak saat bertengkar. Sebaliknya, mereka selalu berusaha untuk berkompromi dan meningkatkan hubungan mereka dengan argumen yang sehat.