Ilustrasi membersihkan telinga atau korek kuping dengan cotton buds. (Freepik/edited by HerStory)
Diabetes merupakan penyakit kronis yang memperngaruhi produksi insulin dalam tubuh. Penyakit ini tak bisa disembuhkan, namun bisa dikelola agar tak menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa.
Banyak orang yang menyebut bahwa diabetes menjadi penyakit yang disandang seumur hidup. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda awal diabetes agar bisa segera diatasi dengan benar.
Mungkin banyak yang mengetahui bahwa gejala awal diabetes ditandai dengan sering merasa haus, lapar dan juga sering buang air kecil. Namun, ternyata ada cara sederhana yang bisa juga jadi tanda awal masalah kesehatan yang dikenal sebagai penyakit gula ini.
Siapa sangka bahwa kotoran telinga bisa jadi salah satu cara mendeteksi diabetes yang dialami seorang. Umumnya kotoran telinga diproduksi oleh bagian luar saluran telinga, dan terdiri dari minyak alami dan keringat, bercampur dengan sel-sel kulit mati dan rambut. Seorang cenderung punya dua jenis kotoran telinga dan itu semua tergantung pada genetika.
“Beberapa orang akan memiliki kotoran telinga yang kering dan bersisik, yang lain akan memiliki kotoran telinga yang lebih lembut dan lembab yang berwarna coklat atau oranye," kata Kepala audiolog Specsavers, Gordon Harrison.
Ia menjelaskan, bahwa istilah medis yang benar untuk kotoran telinga adalah serumen. Kotoran telinga yang sehat dapat bervariasi dalam warna, dari putih, kuning, coklat atau hitam.
Jika kotoran telinga berwarna hijau atau bau, atau jika telinga berdarah, itu bisa mengindikasikan infeksi. Oleh sebab itu Misha Verkerk, Direktur Klinis Perawatan Telinga Auris, menyarankan untuk segera cek ke dokter.
Tapi yang menarik, zat dalam kotoran telinga bisa memberi kita beberapa petunjuk untuk kesehatan, saran Verkerk.
“Para peneliti di University College London menemukan bahwa penumpukan hormon stres kortisol dapat dideteksi dalam kotoran telinga.
“Ini bisa menjadi cara untuk memantau kesehatan mental atau memutuskan siapa yang akan mendapat manfaat dari obat antidepresan.
Ia menjelaskan, para peneliti yang sama juga menemukan bahwa kadar gula dapat diukur dalam kotoran telinga, yang dapat berarti bahwa kotoran telinga dapat digunakan untuk mendeteksi atau memantau diabetes.”
Diabetes tipe 2 adalah kondisi umum yang menyebabkan kadar gula (glukosa) dalam darah menjadi terlalu tinggi.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.