Menu

Dear Parents, Jangan Sesekali Larang Anak Menangis! Nanti Ia Sulit Berempati

Cherryn Lagustya
30 November 2021 19:30 WIB
Dear Parents, Jangan Sesekali Larang Anak Menangis! Nanti Ia Sulit Berempati

Ilustrasi anak laki-laki menangis. (Freepik/fwstudio)

HerStory, Bekasi —

Saat bayi, menangis merupakan satu-satunya cara bagi anak untuk berkomunikasi dengan orang tua sehingga wajar bila Si Kecil sering menangis selama masa tumbuh kembangnya.

Namun, semakin bertambah usia beberapa orang tua mungkin merasa gak nyaman dengan anak yang kerap menangis. Ketika Si Kecil menangis terus-menerus, orangtua akan menyuruh anak berhenti menangis karena malu di tempat umum atau pusing mendengar suara anaknya yang menangis. 

Apalagi bila anak laki-laki yang menangis, seringkali dilarang karena tangisan dianggap akan membuatnya terlihat lemah dan cengeng.

Hal ini perlu diwaspadai. Sebab, apabila terus-menerus menyuruh anak berhenti menangis ketika mereka merasa sakit atau sedih, justru akan membawa dampak buruk. 

Berikut dampak-dampak yang terjadi pada anak yang dilarang menangis oleh orang tua:

Merasa orang tua menyepelekan dirinya

Ada tipe orangtua yang cenderung mengabaikan bahkan memarahi anak yang mulai menangis, terutama untuk anak laki-laki. Sebab, sebagian orang tua masih menganggap bahwa anak laki-laki harus menjadi anak yang kuat dan tidak boleh cengeng.

Ada juga orangtua yang menekankan bahwa menangis hanya akan buang-buang waktu. Padahal sebaliknya, anak merasa bahwa orangtua menyepelekan apa yang dia rasakan saat itu. 

Menurunkan kepercayaan diri anak

Saat orangtua melarang anak untuk mengekspresikan perasaannya, lama kelamaan tingkat kepercayaan diri Si Kecil menurun.

Bila orangtua terbiasa melarang anak menangis, anak bahkan bisa takut untuk bertemu dengan orang lain. Anak juga bisa menolak bantuan orang lain saat merasa butuh karena takut dianggap lemah dan gak berdaya.

Efek samping lain adalah anak bisa menyalahkan dirinya sendiri ketika harus meminta bantuan. Padahal, minta bantuan adalah situasi yang sangat wajar, terutama pada anak-anak.

Lihat Sumber Artikel di Akurat

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.