Menu

IDF 2021 Dukung UMKM Diaspora Indonesia Naik Kelas

01 Desember 2021 14:59 WIB
IDF 2021 Dukung UMKM Diaspora Indonesia Naik Kelas

Acara pembukaan Indonesia Diaspora Festival 2021 yang berlangsung di di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (1/12/2021). (Riana/HerStory)

HerStory, Jakarta —

Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) hari ini, Rabu (1/12/2021), secara resmi membuka Indonesia Diaspora Festival 2021 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan.

Adapun, festival ini akan diadakan selama empat hari, pada tanggal 1-4 Desember 2021, di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan.

Mengangkat tema “Celebrating 25 Years of Returnees and Diaspora Engagement in Indonesia”, festival ini merupakan perayaan 25 tahun Program Migrasi dan Diaspora (PMD) yang dijalankan oleh GIZ di Indonesia, serta kontribusinya dalam mendukung pembangunan Indonesia.

“Program Migrasi dan Diaspora dimulai pada tahun 1996. Program ini merupakan bentuk dukungan GIZ bagi Pemerintah Indonesia untuk memastikan migrasi memberikan dampak positif bagi diaspora Indonesia di Jerman dan para migran yang telah kembali, serta turut berkontribusi dalam pembangunan nasional Indonesia,” ungkap Makhdonal Anwar, selaku Pemimpin Tim Program Migrasi dan Diaspora, GIZ Indonesia, Rabu (1/12/2021).

Fyi Beauty, Jerman merupakan salah satu negara tujuan studi yang populer di kalangan pelajar Indonesia. Dan kata Makhdonal, Jerman pun menjadi salah satu benchmark bagi Indonesia dalam melakukan penelitian serta pengembangan sains, teknologi, dan industri.

“Program Migrasi dan Diaspora juga memfasilitasi mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Jerman untuk kembali ke Indonesia dan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh untuk memajukan negara asalnya,” Makhdonal menambahkan.

Di kesempatan yang sama, Perencana Madya Direktorat Regional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rinella Tambunan, pun mengatakan, kerja sama Indonesia dan Jerman telah berlangsung cukup lama. Kegiatan yang mencakup fisik dan non-fisik, termasuk pemberdayaan Sumber Daya Alam (SDA). 

"SDA sejalan sekali dengan pembangunan nasional. Investasi SDA memang tidak langsung terlihat, tetapi ada nilai-nilai yang strategis sekali guna membangun Indonesia cemerlang," ujar Rinella.

Kemudian, Martin Hansen, Country Director GIZ Indonesia, ASEAN and Timor-Leste, mengatakan bahwa implementasi Program Migrasi dan Diaspora telah menunjukkan bahwa diaspora mampu memberikan perubahan substansial bagi pembangunan, melalui modal intelektual (ide dan inovasi), modal sosial (jaringan, kerja sama, dan komunitas), serta modal ekonomi. Karenanya, diaspora dan migran yang telah kembali ke Indonesia wajib dilibatkan dalam pembangunan nasional.

“Terlebih di masa pandemi Covid-19, Indonesia membutuhkan upaya ekstra untuk pulih dan bangkit dari keterpurukan. Keterlibatan para migran yang telah kembali dan diaspora Indonesia sebagai jembatan antara negara asalnya dan negara tempat mereka tinggal dan bekerja makin dirasa penting sebagai salah satu pendorong utama pembangunan sosial dan ekonomi,” ujar Hansen.

Sebagai bentuk perayaaan kembalinya diaspora Indonesia ke Tanah Air serta keterlibatan mereka dalam pembangunan nasional, Indonesia Diaspora Festival 2021 menghadirkan beragam kegiatan, seperti workshop, talkshow publik, pertunjukan musik, serta pameran karya para alumni universitas Jerman yang telah kembali ke Indonesia.

Pameran ini diikuti oleh 20 peserta yang menghadirkan karya dalam bentuk produk ataupun jasa di bidang teknologi, kreativitas, serta seni dan kearifan lokal Indonesia yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus berpotensi berkontribusi dalam perekonomian Indonesia.

Festival Diaspora Indonesia 2021 terbuka bagi para pelaku bisnis dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), akademisi dan inovator, serta masyarakat luas yang mencari kesempatan untuk belajar di Jerman, menjalin kerja sama dengan diapora Indonesia, atau ingin mendapatkan informasi mengenai Program Migrasi dan Diaspora Indonesia.

Baca Juga: Kisah Sukses Nur Anindya, Diaspora Indonesia yang Berbisnis Sabun Pencuci Piring: Role Modelnya Siti Hajar, Omzetnya Miliaran!

Baca Juga: Mandiri Secara Finansial, Widya Esty Riani Sukses Berbisnis Pasta

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.