Menu

Kakak dan Adik Sering Bertengkar? Lakukan 5 Cara Bijak Ini Moms, Salah Satunya Jadi Penengah

Cherryn Lagustya
02 Desember 2021 17:00 WIB
Kakak dan Adik Sering Bertengkar? Lakukan 5 Cara Bijak Ini Moms, Salah Satunya Jadi Penengah

Ilustrasi Anak Bertengkar (Pinterest/Mom Junction)

HerStory, Bekasi —

Kakak dan adik bertengkar kerap terjadi hingga bisa menjadi sumber gangguan dan konflik besar bagi keluarga. Kakak sering menjahili adiknya seperti dengan mencubit, menjambak, atau memukulnya.

Orang tua pun harus bijaksana dalam mengatasi kondisi ini. Jangan pernah menjauhkan anak-anak dari konflik tapi ajarkan mereka untuk menyelesaikannya. Yang paling penting, kamu harus memastikan pertengkaran tersebut nggak membuat kakak dan adik saling membenci dan gak mau bermain bersama.  

Dilansir dari laman sindikasi Akurat.co, berikut uraikan beberapa tips untuk mengatasi pertengkaran antar kakak adik di rumah.

1. Tetap tenang dan jangan berteriak

Meskipun pertengkaran kakak adik membuat kamu kesal, jangan pernah berteriak. Itu hanya akan membuat anak-anak merasa terkejut, tetapi tidak akan mencegah mereka melanjutkan pertengkaran. Selain itu, amukan kamu hanya akan membuat emosi anak menjadi tidak stabil. Jadi, tetap tetang meskipun pertengkaran kakak adik itu sudah membuatmu sangat jengkel. 

2. Jadi penengah

Jika memang perlu terlibat, tugas kamu bukanlah memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kamu hanya seorang penengah. Mulailah percakapan dengan menyatakan apa yang kamu dengar atau lihat. Mintalah setiap anak menjelaskan sisi ceritanya tanpa berteriak atau melontarkan hinaan.

Untuk memastikan mendengarkan satu sama lain, mintalah mereka mengulangi apa yang dikatakan saudaranya. Kemudian ajukan pertanyaan, "Apa yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan ini?" Biarkan setiap anak membagikan ide dan pendapatnya.

Cobalah salah satu solusi yang diusulkan, tidak peduli seberapa gila kedengarannya. Jika mereka membutuhkan arahan lebih lanjut, tawarkan solusi terbaikmu. Minta mereka untuk saling meminta maaf dan berpelukan. 

Cara ini akan mengajarkan anak untuk menyelesaikan perselisihan mereka sendiri, tanpa kamu terlibat langsung. Ini memang tidak mudah karena waktu dan energi, tetapi hasilnya sepadan

"Melakukannya setiap kali mereka berkelahi itu sulit. Tetapi jika kamu menerapkan strategi ini beberapa kali, mereka akan memahaminya. Dan pada akhirnya, mereka akan belajar menyelesaikan perselisihan tanpa kamu. Itulah intinya," kata Laurie Kramer, Ph.D., seorang psikolog di University of Illinois di Urbana-Champaign.

3. Jadikan mereka satu tim, bukan pesaing

Ini bukan berarti kamu harus selalu menjauhkan anak-anakmu satu sama lain. Kamu hanya perlu mulai menyebut mereka sebagai sebuah tim. Ini akan mengajari mereka arti persaudaraan sejak dini.

Gunakan kata "kalian" alih-alih menggunakan nama. Misalnya, "Kalian berdua adalah pemain bola yang hebat" atau "Kalian berdua tampak keren memakai baju itu." 

"Saudara-saudara yang merasa seperti mereka bekerja sama, bukannya menjadi lawan, secara alami akan saling membantu," kata Mark Feinberg, Ph.D.

Lihat Sumber Artikel di Akurat

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.