Menu

Lagi Sakit tapi Pengen Bercinta, Aman Gak Ya?

Cherryn Lagustya
02 Desember 2021 22:10 WIB
Lagi Sakit tapi Pengen Bercinta, Aman Gak Ya?

Ilustrasi pasangan yang sedang berhubungan intim. (Unsplash/Edited by HerStory)

HerStory, Bekasi —

Lagi sakit tapi ingin bercinta? Secara umum, jika kamu benar-benar sakit sebaiknya jangan berhubungan seks. Ini hanya akan membuat pasangan menjadi sakit.  

Seks gak akan menyembuhkan penyakit, dan kemungkinan besar juga nggak akan membuat kamu disayangi pasangan. Bagaimana pun, kamu telah menularkan penyakitmu kepadanya. 

Namun, Dr. Jeffrey Walden, seorang dokter di sistem medis Cone Health menyatakan bahwa kamu seharusnya baik-baik saja untuk aktivitas seksual jika hanya mengalami pilek atau gejala lain di atas leher (pilek, sakit tenggorokan, dan lain sebagainya). 

Pilek atau influenza gak dapat ditularkan melalui air mani atau cairan miss v, kecuali memiliki infeksi menular seksual yang spesifik tapi itu nggak berarti bahwa seks saat sakit dengan virus sepenuhnya bebas risiko. 

Bagaimanapun, seks adalah melibatkan banyak cairan tubuh, termasuk air liur dan partikel dalam napas. Jika  berada dalam fase menular, gak bijaksana untuk berhubungan seks, tetapi bukan karena alat kelamin. Itu karena penularan terjadi  melalui cara lain, seperti batuk atau bersin.

Pada dasarnya, segala sesuatu yang disentuh orang yang terinfeksi adalah risiko penularan, seperti halnya berada di dekat mereka. Jadi kondom gak memberikan perlindungan dari penyebaran virus.

"Gejala seperti batuk, nyeri otot, dan terutama demam lebih berisiko baik untuk diri sendiri maupun pasangan," kata Dr. Walden.

"Yang terbaik adalah menghindari aktivitas seksual jika kamu mengalami demam lebih tinggi dari 38 derajat Celcius. Kamu tentu tidak ingin mengambil risiko memberi pasangan sesuatu yang berpotensi berbahaya seperti flu."

Lebih lanjut, jangan coba menurunkan mengatasi demam dengan keringat. Konon,  keringat yang dihasilkan oleh seks aktif seharusnya mampu menurunkan deman.

Ingat, ini hanya mitos belaka.  Kenaikan suhu tubuh saat demam adalah reaksi tubuh terhadap infeksi, karena mencoba melawan penyakit melalui aktivitas sistem kekebalan yang meningkat. 

Saat berhubungan seks mirip seperti berolahraga berat. Itu  sebenarnya dapat menghalangi kamu  untuk menjadi lebih baik. Tubuh yang demam sudah berada di bawah banyak tekanan, yang berusaha keras untuk melawan virus. Lebih baik untuk membiarkan tubuh beristirrahat.

"Pada saat demam, kamu sudah sakit, dan istirahat adalah hal terbaik untuk memungkinkan sistem kekebalan pulih," kata Dr Walden.

"Selain itu, sebagian besar waktu ketika  demam, kamu merasa terlalu buruk untuk bergerak, apalagi berguling-guling di kasur," tambahnya.

Lihat Sumber Artikel di Akurat

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.