Menu

Jadi Alternatif Kondom, Yuk Kenali Plus Minus Kontrasepsi Spons: Gak Perlu ke Dokter

03 Desember 2021 20:30 WIB
Jadi Alternatif Kondom, Yuk Kenali Plus Minus Kontrasepsi Spons: Gak Perlu ke Dokter

Alat Kontrasepsi. (Unsplash/Reproductive Health Supplies Coalition)

HerStory, Bekasi —

Apa itu spons? Eits beda ya sama yang buat cuci piring, spons yang ini ialah alat kontrasepsi. Kontrasepsi spons adalah alat berbentuk bulat kecil yang mengandung spermisida dengan tali pendek.

Alat ini dimaksudkan ke dalam miss v Anda, di atas leher rahim, sebelum hubungan seks.

"Cara mencegah kehamilan (melalui kontrasepsi spons) ada dua," kata Sherry Ross, MD, OB-GYN seperti yang dikutip dari Insider.

"Pertama, spons menciptakan penghalang secara fisik menghalangi sperma mencapai leher rahim Anda. Kedua, bahan aktif dalam spermisida spons (nonoxynol-9) membunuh atau melumpuhkan sperma sehingga tidak bisa mencapai sel telur," imbuhnya.Apa itu spons? Kontrasepsi spons adalah alat berbentuk spons berbentuk bulat kecil yang mengandung spermisida dengan tali pendek.

Melansir dari Insider, Kontrasepsi spons 86 persen efektif untuk orang yang belum pernah melahirkan dan 73 persen efektif untuk orang yang pernah melahirkan.

Hal ini disebabkan karena setelah melahirkan, jaringan elastis miss v mungkin sedikit meregang, membuat lebih banyak ruang bagi spons untuk berpotensi tergeser.

Untuk mencegah kehamilan, Anda harus memasukkan spons sebelum seks dimulai.

Ross mengatakan Anda dapat memasukkannya hingga 24 jam sebelum berhubungan seks, tetapi dia menyarankan agar Anda memasukkannya lebih dekat ke waktu yang Anda rencanakan untuk melakukan hubungan intim.

Untuk lebih detailnya, berikut kelebihan dan kekurangan spons kontrasepsi, antara lain:

1. Kelebihan

  • Anda gak perlu ke dokter untuk mendapatkan resep sehingga mudah diakses.
  • Spons gak mengandung hormon apa pun, yang menjadikannya pilihan yang baik bagi orang yang memilih untuk memilih alat kontrasepsi non-hormonal.
  • Anda dapat berhubungan seks beberapa kali dengan satu spons saja.

2. Kekurangan

  • Tingkat kegagalan yang relatif tinggi yakni 14 persen hingga 27 persen (tergantung pada apakah Anda pernah melahirkan sebelumnya atau tidak), menjadikannya salah satu jenis pengendalian kelahiran yang paling tidak efektif.
  • Tidak akan melindungi Anda dari IMS. Jika Anda ingin perlindungan IMS, Anda harus menggunakan kondom bersama dengan spons.
  • Meningkatkan risiko infeksi dan iritasi sebab spermisida dalam spons dapat menyebabkan iritasi atau rasa terbakar pada vagina, serta meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan