Menu

Agar Hubungan Langgeng, Jauhkan Kata-kata Ini Keluar dari Mulutmu Ya Moms

03 Desember 2021 21:40 WIB
Agar Hubungan Langgeng, Jauhkan Kata-kata Ini Keluar dari Mulutmu Ya Moms

Ilustrasi pasangan anak bungsu. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Bekasi —

Komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci hubungan yang sehat. Saat berkomunikasi, kamu dan pasangan akan saling mengerti dan memahami satu sama lain.

Namun, saat berkomunikasi ada beberapa kata yang sebaiknya kamu dan pasangan hindari untuk diucapkan. Terutama saat bertengkar atau menyampaikan keluhan. 

Melansir News Chant, menurut pakar hubungan Natalie Finegood Goldberg, kata "harus" secara perlahan dapat merusak hubungan kamu. Goldberg menjelaskan kata-kata seperti "harus" akan memberikan tekanan pada pasangan karena cenderung dikaitkan dengan penilaian serta harapan yang gak adil.

Kata ini juga setara dengan tudingan, yang cenderung kritis, sehingga pasangan merasa nggak dihormati dan cenderung menimbulkan sikap defensif. Dan secara gak langsung, kamu memaksa pasangan untuk bertanggung jawab atas perasaan kamu.

Alhasil, kata "harus" dapat membawa pasangan ke dalam dinamika hubungan yang tertutup denganmu.

"Harapan yang melekat pada 'keharusan' seringkali berakar pada keyakinan yang tak realistis, kebutuhan yang gak disuarakan, atau penilaian tentang bagaimana pasangan percaya bahwa orang lain harus berperilaku," jelas Natalie Finegood Goldberg.

Selain "harus", kata "selalu" juga bisa memicu hubungan yang renggang. Mirip dengan "selalu", "gak pernah" adalah kata yang sebaiknya kamu hindari.

"Misalnya, kamu kesal karena pasangan terlambat menjemputmu. Saat marah, kamu akan mengatakan dirinya "selalu" datang terlambat. Tetapi kenyataannya adalah, kemungkinan besar, pasangan gak selalu datang terlambat.

Selain itu, kata "tapi" juga sebaiknya dihindari saat kamu berbagi perasaan dengan pasangan.

Saat menjawab dengan "ya, tapi…", kamu seperti memotong semua yang telah dikatakan pasangan dan membuatnya merasa gak dihargai. Dengan mengatakan kata "tapi", kamu terlihat gak benar-benar mencoba untuk memahaminya atau bahkan mendengarkannya.

Terakhir, ada kata "butuh". Tentu sangat menyenangkan bila tahu bahwa kita dibutuhkan oleh pasangan. Namun, kata "butuh" bisa menjadi merepotkan saat dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang sebenarnya bukan kebutuhan. Misalnya, kamu marah pada pasangan karena ia mendadak tidak bisa menemanimu makan karena alasan tertentu. Dan kamu merasa kecewa karena pasangan gak ada saat dibutuhkan.

Kamu merasa butuh untuk ditemani makan, namun pasangan menilai hal itu bukan sesuatu yang krusial.

"Kata 'butuh' juga dapat membuat kita bertengkar secara gak sengaja dengan orang yang paling kita sayangi. Ini karena ketika kita menggunakan kata tersebut, kita bersikukuh itu penting padahal sebenarnya tidak," kata ahli hubungan Michelle Pargman.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di Akurat

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan