Ilustrasi seorang ibu sedang memarahi anaknya, (Pinterest/Freepik)
Khawatir dan cemas adalah perilaku yang lumrah bagi setiap orang tua pada anaknya. Namun, jika terlalu berlebihan hingga menjadi posesif, tentu bukanlah hal baik.
Orang tua seringkali menghindarkan anak mereka dari setiap tantangan. Begitu juga saat anak-anak mencoba bereksplorasi dan belajar hal baru, orang tua tak perlu mengawasi anak secara terus-menerus dan mengarahkan perilakunya sesuai keinginan orang tua karena rasa cemas.
Bukanlah hal yang bijak, jika kecemasan orang tua menjadi dasar pengasuhan anak.
Sebab, mengkhawatirkan segalanya agar anak gak terluka atau sedih, justru menimbulkan rasa takut berlebihan saat anak beranjak dewasa.
Berikut tindakan-tindakan karena khawatir dan rasa cemas orang tua, yang gak baik untuk tumbuh kembang anak, seperti dilansir dari laman Bright Side.
Orang tua yang cemas, sering mengulangi informasi rasa cemas kepada anak. Misalnya, jika orang tua melihat anjing liar sebagai ancaman dan membicarakannya dengan nada menyeramkan berulang kali, pada akhirnya anak akan mengembangkan fobia terhadap anjing.
Inilah tindakan orang tua mentransfer ketakutan pada anak-anak, yang terkadang tanpa disadari oleh orang tua.
Anak-anak yang terlalu sering dilarang, biasanya lebih gampang mengalami kecemasan dan kekhawatiran.
Sadarilah, sebagai orang tua, kamu tidak dapat mengontrol semua yang dilakukan anak-anak. Sebaliknya, fokus pada sesuatu yang mereka minati tanpa memaksa.
Misalnya, anak menunjukkan minat bermusik, tanyakan apakah mereka ingin kursus musik untuk mengembangkan bakatnya.
Bukan malah mendorongnya untuk kursus matematika, dengan ketakutan bahwa bakat musiknya gak bisa menghasilkan pekerjaan yang baik secara ekonomi.
Salah satu kewajiban orang tua yakni memberikan keinginan dan memenuhi kebutuhan anaknya, tapi gak segalanya harus dituruti.
Setiap kali anak mengamuk, beberapa orang tua langsung buru-buru menghiburnya.
Bahkan bagi orang tua yang mudah cemas, amukan anak berarti anak sangat membutuhkan sesuatu.
Apabila orang tua tidak memuaskannya, kecemasan merayapi pikiran orang tua dan menyesal karena tidak bisa memenuhinya.
Alih-alih mencoba menenangkan anak saat mengamuk atau tantrum, jangan perhatikan mereka. Sering kali amukan digunakan sebagai senjata agar orang tua ikut kalut dan luluh, agar keinginannya cepat terpenuhi.
Cepat atau lambat, amukan itu akan berlalu dengan sendirinya.
Orang tua yang cemas gak membiarkan anak-anaknya menyimpan sesuatu dari mereka. Bagi mereka, jika anak menyembunyikan sesuatu, maka itu pasti sesuatu yang mengerikan dan mengkhawatirkan.
Mendorong anak untuk memberi tahu pada orang tua tentang segalanya, membuat mereka tidak memiliki privasi. Padahal, memiliki privasi juga sangat penting untuk perkembangan anak
Sebab ada dua jenis rahasia, yaitu rahasia baik seperti kejutan, dan rahasia buruk seperti situasi yang membuat anak sedih atau malu.
Biarkan anak menyimpan rahasianya sendiri dan memiliki privasi karena rahasia itu, orang tua bisa ikut campur tangan ketika orang tua merasa situasinya tidak terkendali atau mungkin mengancam jiwa anak.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.