Menahan buang air kecil. (Pinterest/Edited by Herstory)
Diabetes mempengaruhi kesehatan jutaan orang di seluruh dunia, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Diklaim sekitar 1.78.000 jiwa setiap tahun yang menjadi penyandang diabetes. Tentu diabetes menghambat kualitas hidup dan merupakan penyakityang harus dialami seumur hidup.
Glukosa atau gula darah merupakan sumber energi bagi sel. Ketika tubuh kita memecah makanan, glukosa mulai memasuki aliran darah. Insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas, harus ada agar glukosa dapat masuk ke dalam sel. Namun, penyakit diabetes menyebabkan resistensi insulin pada tubuh.
Sayangnya banyak orang yang tak menyadari bahwa dirinya menderita penyakit diabetes. Padahal ternyata gejala diabetes bisa dilihat melalui urine atau air kencing lho.
Pasalnya tanpa insulin yang cukup, glukosa tetap berada dalam darah. Adanya kelebihan glukosa dalam aliran darah dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit termasuk penyakit kardiovaskular, stroke, penyakit ginjal kronis, borok kaki, kerusakan mata, ketoasidosis diabetik, dan bahkan infeksi saluran kemih.
Ada beberapa hubungan yang menghubungkan infeksi saluran kemih dan diabetes. Diabetes dapat memperburuk kondisi urologi karena dapat mengganggu aliran darah dan mengganggu fungsi sensorik dan motorik saraf dalam tubuh.
Selain itu, diabetes dapat memengaruhi pengosongan kandung kemih. Akibatnya, urin tetap berada di kandung kemih untuk waktu yang lebih lama dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Menurut temuan penelitian, infeksi ini menjadi kritis dan memiliki hasil yang lebih buruk bagi orang yang memiliki diabetes tipe 2.
Gejala infeksi saluran kemih mungkin termasuk sering buang air kecil, nyeri atau terbakar saat buang air kecil dan perubahan warna urin. Wanita mungkin mengeluhkan peningkatan sensasi tekanan di atas tulang kemaluan mereka. Pria mungkin merasakan kepenuhan di rektum.
Beberapa gejala tambahan lainnya mungkin terjadi, termasuk mual, sakit punggung, dan demam tinggi yang sering terjadi. Karena wanita memiliki uretra yang lebih pendek, mereka lebih rentan terhadap ISK daripada pria. Namun, diabetes adalah alasan umum dan signifikan di balik risiko terkena infeksi saluran kemih berulang baik pada pria maupun wanita.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.