Ilustrasi makan mi instan. (Freepik/pressfoto)
Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi di atas nilai normal. Seseorang yang didiagnosis mengidap diabetes memiliki kadar gula darah di atas 126 mg/dL saat berpuasa dan kadar gula darah 2 jam setelah makan di atas 200 mg/dL.
Penyakit diabetes memiliki banyak gejala, sslah satunya yaitu perasaan jadi lebih sering lapar. Istilah medis yang sering digunakan untuk menggambarkan rasa lapar berlebihan atau peningkatan nafsu makan lebih dari biasanya adalah polifagia.
Mengapa diabetes menyebabkan lapar berlebihan (polifagia)? Dalam tubuh yang sehat, insulin mampu bekerja untuk mengubah apa yang kita makan menjadi energi. Saat kita makan, kadar gula darah meningkat sehingga memicu pankreas untuk memproduksi insulin dan melepaskannya ke dalam aliran darah.
Sayangnya, berbeda dengan penderita diabetes, insulin tak mampu bekerja dengan benar atau tubuh tidak memproduksi cukup atau bahkan tidak sama sekali. Tanpa insulin, gula darah tetap berada dalam aliran darah. Hal ini membuat otot dan sel lain dalam tubuh kekurangan energi yang mereka butuhkan. Kondisi inilah yang merangsang keinginan untuk makan dan rasa lapar yang mungkin dialami penderita diabetes.
hiperglikemia adalah kondisi di mana kadar gula darah dalam tubuh tinggi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu sedikit atau tidak ada insulin atau insulin yang diproduksi tubuh tidak berfngsi dengan baik. Ketika ini terjadi, tubuh tidak akan mengambil makanan yang kita makan dan mengubahnya menjadi energi. Sehingga tubuh masih membutuhkan makanan untuk memenuhi energi.
Sayangnya, tidak peduli seberapa banyak makanan yang kita makan, makan apa saja nggak akan menghilangkan rasa lapar.
Kebalikan dari hiperglikemia, hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar gula darah dalam tubuh rendah. Kondisi ini juga bisa memengaruhi penderitanya terus merasa lapar. Ketika sesorang yang sehat memiliki gula darah rendah, tubuh akan melepaskan glukos yang disimpan dari hati untuk menyeimbangkan kadar glukosa.
Namun, bagi pasien diabetes yang mengonsumsi obat-obata, seperti insulin dan sulfonilurea tidak dapat mengatur kadar gula darah mereka secara normal, sehingga meningkatkan risiko hipoglikemia.
Nggak semua perasaan lapar pasti disebabkan penyakit diabetes, ya Moms. Ada beragam faktor yang bisa memicu rasa lapar, misalnya kehamilan, kurang konsumsi protein dan serta dalam makanan, kurang istirahat, tidak cukup minum air putih, atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu (seperti pil KB). Sering lapar yang menjadi gejala diabetes biasanya akan diikuti dengan gejala diabetes lainnya. Gejala lain dari diabetes termasuk:
Jangan buru-buru membuat kesimpulan kalau sering lapar pasti disebabkan oleh penyakit diabetes, ya Moms. Karena seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada banyak kondisi lain yang juga bisa menyebabkan sesorang merasa lapar.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.