Gula pasir dan gula merah. (pinterest/freepik)
Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi akibat kenaikan gula darah atau kadar glukosa darah. Banyak kabar yang beredar bahwa terlalu banyak makan gula dapat meningkatkan risiko diabetes. Tapi, apakah gula benar-benar menjadi penyebab utama terjadinya diabetes?
Sebelumnya, mari ketahui apa itu diabetes. Ini merupakan kondisi Ketika tubuh tak mampu mengatur gula darah atau kadar glukosa darah lantaran pankreas berhenti memproduksi insulin yang cukup.
Insulin merupakan hormon yang dibuat oleh pankreas yang membantu glukosa yang diperoleh dari makanan untuk masuk ke dalam sel untuk disimpan atau digunakan untuk energi. Insulin membantu menstabilkan kadar gula darah dan mencegahnya menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Diabetes terdiri dari dua jenis, yakni diabetes tipe 1 atau disebabkan autoimun (tubuh tak membuat insulin) dan diabetes tipe 2 (tubuh tak membuat cukup insulin atau tak dapat menggunakannya secara efektif).
Diabetes tipe 1 jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh genetika. Sementara diabetes tipe 2 menyumbang lebih dari 90% kasus diabetes.
Dilansir dari Boldsky (10/12/2021) gula yang biasa kita konsumsi mengandung sukrosa, disakarida yang terdiri dari 50% glukosa dan 50% fruktosa. Sukrosa juga ditemukan dalam makanan olahan. Sukrosa dibuat dari gula bit atau tebu.
Ketika sukrosa dikonsumsi, molekul fruktosa dan glukosa dipisahkan oleh enzim di usus kecil sebelum diserap ke dalam aliran darah. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan memicu pankreas untuk melepaskan insulin. Insulin kemudian memindahkan glukosa keluar dari darah dan masuk ke dalam sel di mana ia dapat dimetabolisme sebagai energi.
Bahkan sejumlah kecil fruktosa didorong ke dalam sel dan digunakan untuk energi dan sisanya dibawa ke hati di mana ia diubah menjadi glukosa untuk energi atau disimpan sebagai lemak tubuh.
Kelebihan gula akan diubah menjadi asam lemak dan disimpan sebagai lemak tubuh. Hal ini semakin meningkatkan risiko obesitas, perlemakan hati, dan penyakit jantung.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi minuman manis setiap hari memiliki risiko 25% terkena diabetes tipe 2. Juga, minum satu minuman manis per hari meningkatkan risiko diabetes sebesar 13%.
Hubungan antara asupan gula dan diabetes sangat kuat dan para peneliti percaya bahwa gula meningkatkan risiko diabetes baik secara langsung maupun tidak langsung. Ini karena dampak fruktosa pada hati, menyebabkan penyakit hati berlemak dan resistensi insulin lokal. Semua ini memicu produksi insulin abnormal di pankreas Anda dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Secara tak langsung, kelebihan asupan gula menyebabkan penambahan berat badan dan peningkatan lemak tubuh, yang bekerja sebagai faktor risiko terpisah untuk mengembangkan diabetes.
Gula yang ditemukan secara alami dalam buah dan sayuran dicerna dan diserap lebih lambat dan cenderung tak menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Faktanya, buah dan sayuran mengandung lebih sedikit gula.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa makan setidaknya satu porsi buah per hari menurunkan risiko diabetes sebesar 7-13% dibandingkan dengan tidak makan buah.
Pemanis alami seperti sirup maple, madu, gula kelapa, dan sirup agave, yang digunakan sebagai pengganti gula, mengandung fruktosa dan sukrosa dalam jumlah besar. Jadi, konsumsilah dalam jumlah sedang.
Untuk terhindar dari diabetes kurangi asupan makanan olahan yang sarat gula dan minuman manis. Makan makanan yang kaya buah-buahan dan sayuran, jaga berat badan ideal, tidur dengan benar dan olahraga setiap hari untuk mencegah risiko diabetes.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.