Menu

Laura Anna Meninggal: Apa Itu Spinal Cord Injury yang Dideritanya?

15 Desember 2021 13:48 WIB
Laura Anna Meninggal: Apa Itu Spinal Cord Injury yang Dideritanya?

Edelenyi Laura Anna. (instagram/edlnlaura)

HerStory, Jakarta —

Kabar duka kembali menyelimuti dunda hiburan Tanah Air. Selebgram Laura Anna meninggal dunia.

Kabar meninggalnya Laura Anna ini sudah dikonfirmasi sang manajer melalui akun Instagram @aanstory.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Turut berpulang ke rahmatullah adik dan juga sahabat kami 'Edelenye Laura Anna' Teman2 minta doanya dan semoga amal ibadah beliau diterima di sisiNya dan Husnul Khotimah," demikian unggahan yang dikutip Rabu (15/12/2021).

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya gadis berusia 21 tahun itu.

Namun, dalam dua tahun terakhir, Lora, begitu ia kerap disapa, berjuang melawan penyakit spinal cord injury yang diidapnya.

Penyebab Laura mengalami spinal cord injury disebut akibat kecelakaan yang menimpanya pada 2019 silam. Saat itu, ia dan mantan pacarnya, Gaga Muhammad, mengalami kecelakaan yang menyebabkan Laura mengalami lumpuh yang membuatnya tak bisa berjalan.

Lantas, apa sebenarnya spinal cord injury itu?

Spinal cord injury adalah kerusakan pada bagian sumsum tulang belakang atau cauda equina yaitu saraf di ujung kanal tulang belakang.

Akibatnya, kondisi ini menyebabkan perubahan permanen pada sensasi, kekuatan, hingga memengaruhi fungsi tubuh pada bagian bawah lokasi cedera.

Dilansir dari Mayo Clinic, penyebab spinnal cord injury ini disebabkan oleh dua hal, yaitu cedera traumatic dan non-traumatic.

1. Cedera Traumatic

Kondisi ini disebabkan oleh pukulan traumatis tiba-tiba pada bagian tulang belakang. Sehingga menyebabkan tulang belakang cedera dalam bentuk terkilir, remuk, patah, hingga menekan tulang belakang.

Akibatnya, menimbulkan terjadinya peradangan, pembengkakan, hingga pendarahan dan menyebabkan akumulasi cairan pada sumsum tulang belakang dalam waktu yang sangat lama. Kondisi ini bisa terjadi karena cedera olahraga, tindak kekerasan, hingga kecelakaan seperti yang dialami Laura.

2. Cedera Non-traumatic

Pada cedera non-traumatic disebabkan oleh infeksi, peradangan, arthritis, hingga kanker, maupun degenerasi diskus pada tulang belakang.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan