Menu

Catat Moms! Gangguan Bicara dan Bahasa Dapat Dikenali Sejak Usia 6 Bulan Lho

16 Desember 2021 17:20 WIB
Catat Moms! Gangguan Bicara dan Bahasa Dapat Dikenali Sejak Usia 6 Bulan Lho

Bayi menangis. (Freepik/Edited by HerStory)

HerStory, Bekasi —

Keterlambatan perkembangan apapun, baik itu motorik, bicara dan bahasa, atau psikososial, harus dideteksi sedini mungkin sehingga dapat segera dilakukan intervensi. Salah satu gangguan perkembangan yang paling sering dijumpai adalah keterlambatan bicara dan bahasa.

Kabar baiknya, gangguan bicara dan bahasa ini bisa dideteksi sejak dini. Dijelaskan dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang, dr. Marlisye Marpaung SpA(K), dalam siaran Instagram, orang tua kerap mengeluhkan “anak belum bisa bicara” dan akhirnya membawanya ke dokter spesialis anak.

Keterlambatan bicara dan bahasa ini sering juga disebut gangguan bicara, gangguan bahasa atau speech delay.

Gangguan Bicara dan Bahasa di Setiap Tahapan Usia

Perkembangan bicara dan bahasa memiliki periode emas pada 2-3 tahun pertama kehidupan, dan dimulai sejak bayi baru lahir. Di tahapan ini, bayi akan merespons dan mengintrepretasi suara yang didengarnya dengan cara mengeluarkan suara. Adapun bentuk komunikasi bahasa bayi berupa tangisan.

“Jika diperhatikan, suara tangisan bayi sebenarnya berbeda, antara tangisan lapar, mengantuk, tangisan manja, atau karena merasakan nyeri,” jelas dr. Marlisye.

Semakin bertambah umur, perkembangan komunikasi bayi juga akan berkembang. Dimulai dari refleksi vokalisasi saja, kemudian menjadi bubbling, laling, dan akhirnya menjadi true speech.

“Orang tua harus mengikuti tahapan perkembangan bicara anak. Setiap tahapan ada kesulitan-kesulitannya sendiri, namun jika di masing-masing tahapan ini bisa dilalui maka akan mudah saja bagi anak untuk mencapai tahapan-tahapan berikutnya,” tambah dr. Marlisye.

Ada beberapa tanda bahaya kemungkinan anak mengalami gangguan bicara dan bahasa, sesuai tahapan dan usianya. Menurut dr. Marlisye, gangguan bicara dan bahasa sudah bisa dikenali sejak 6 bulan pertama kehidupan.

Di 6 bulan pertama, jika seorang bayi enggak menunjukkan respons terhadap suara, gak menoleh pada sumber suara, atau gak ada minat untuk berinteraksi dengan orang terdekatnya, itu adalah peringatan awal.

Di 6 bulan kedua, bila anak gak menoleh ketika dipanggil namanya, tidak bubbling, atau ekspresi wajahnya itu tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. “Misalnya orang tuanya menggoda dan tertawa, tetapi dia diam saja,” ujar dr. Marlisye

Di 6 bulan ketiga, saat anak berusia 1-1,5 tahun, jika si anak tidak bisa menunjuk atau tidak bisa mengucapkan 1 kata yang berarti atau perbendaharaan kosa katanya masih kurang dari 10, atau yang tadinya bisa bubbling tetapi hilang kemampuannya, ini juga tanda bahaya.

Di usia 18-24 bulan jika tidak ada satu katapun yang bisa dimengerti, atau tidak bisa menunjukkan anggota tubuhnya, misalnya mana mata, mana telinga, dan kosa katanya masih kurang dari 50 kata, itu juga tanda bahaya.

“Jika menemukan tanda-tanda di atas, jangan tunggu sampai anak berusia lebih dari 2 tahun baru berkonsultasi. Sebagian orang tua menunggu karena berharap di usia 3 tahun anak akan lancar berbicara dengan sendirinya. Prinsipnya semakin cepat dideteksi ada gangguan semain cepat dilakukan intervensi sehingga hasilnya lebih baik,” tegas dr. Marlisye.

Mencegah gangguan bicara dan bahasa pada anak bisa dilakukan dengan memperbanyak stimulasi bicara sejak dini.

“Lakukan stimulasi sejak dini, diulang-ulang, dengan rasa kasih sayang dan gembira dan tidak ada paksaan. Orang tua harus memberikan contoh, di mana orang tua juga harus banyak mengucapkan kata-kata Sebaiknya kata-kata yang baik dan diucapkan dengan lembut dan santun, dan batasi penggunaan gadget atau paparan layar,” tips dari dr. Marlisye.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di Akurat

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan