Menu

Omicron Masuk Indonesia, Dirut RSUI: Tetap Jaga Prokes Meski Sudah Divaksin!

17 Desember 2021 10:05 WIB
Omicron Masuk Indonesia, Dirut RSUI: Tetap Jaga Prokes Meski Sudah Divaksin!

dr. Astuti Giantini, Sp. PK (K), MPH., selaku Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). (Riana/HerStory)

HerStory, Jakarta —

dr. Astuti Giantini, Sp. PK (K), MPH., selaku Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), menuturkan bahwa menjelang akhir tahun 2021, Indonesia masih terus bergelut dengan pandemi Covid-19.

Terkait hal itu, kata dr. Astuti, RSUI pun secara konsisten hadir untuk memberikan pengetahuan dan informasi seputar isu kesehatan untuk masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mambantu meningkatkan literasi masyarakat sehingga dapat menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat

“Selama ini, telah lebih dari 4,2 juta orang telah terinfeksi oleh Covid ini dan 143.000 orang sudah meninggal. Beberapa varian virus juga sudah ditemui. Dan RSUI pun jadi sentra vaksinasi yang tidak pernah berhenti. Kami terus melakukan vaksinasi sejak bulan Februari sampai dengan sekarang,” tutur dr. Astuti, saat sesi webinar “Menuju New Normal 2022”, sebagaimana dipantau HerStory, pada Kamis (16/12/2021).

Terkait masuknya varian Omicron ke Indonesia, dr. Astuti pun berpesan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan termasuk bagi yang mereka yang sudah divaksin, utamanya demi mencegah peningkatan jumlah infeksi.

Hal ini mengingat tak adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 namun lebih pada penyesuaian PPKM untuk Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Tetapi, banyak masyarakat yang mulai abai pada protokol kesehatan (prokes).

“Jadi yang perlu kita garis bawahi barangkali di penghujung tahun ini bahwa Omicron sudah ada kasusnya. Jadi walaupun kita sudah divaksinasi kita tetap harus melakukan prokes. Yang ditakutkan adalah terjadi peningkatan peningkatan jumlah infeksi Covid,” tuturnya.

“Saya sudah melihat banyak bahwa terutama ya di daerah daerah rural ataupun di dalam kota seperti di pasar itu sudah menjadi abai sekali bahwa orang-orang sudah lupa memakai masker. Jadi sebenarnya orang-orang yang sudah divaksinasi harus tetap melakukan prokes untuk kegiatan berlibur di akhir tahun ini dan untuk tetap mencegah varian baru Covid-19 agar kita tidak terinfeksi oleh Covid,” tandasnya.

dr. Astuti memaparkan, perkembangan vaksinasi di Indonesia ini juga harus tetap dilakukan. Ia pun mengapresiasi karena sampai dengan pertengahan Desember 2021 sudah 70% masyarakat Indonesia yang menerima vaksin pertama, dan 50% yang melengkapi vaksin kedua.

“Dan mungkin di tahun depan akan dilanjutkan dengan vaksinasi booster, jadi semua mempunyai kontribusi dalam hal ini apakah kesiapan kita untuk menerima vaksin ataupun pemberi vaksin, semuanya sudah mempunyai kontribusi yang luar biasa,” ujarnya.

dr. Astuti juga bilang, perkembangan informasi terkait vaksinasi di Indonesia juga dapat dikatakan sangat dinamis. Dampaknya, informasi yang benar dan salah berkembang menjadi menjadi satu di masyarakat, sehingga sulit dibedakan karena terlalu banyak hoaks.

“Terkait banyaknya hoaks tentang Covid-19, kami di RSUI akan tetap mengonformasikan dan memberikan edukasi kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang terbaik,” pungkasnya.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan