Menu

Catat! Hindari Kesalahan Ini Jika Ingin Meningkatkan Kehidupan Seks, Jangan Fokus ke Penetrasi Doang!

17 Desember 2021 20:05 WIB
Catat! Hindari Kesalahan Ini Jika Ingin Meningkatkan Kehidupan Seks, Jangan Fokus ke Penetrasi Doang!

Ilustrasi pasangan suami istri yang sedang berhubungan intim. (Google/Edited by HerStory)

HerStory, Bekasi —

Banyak pasangan mencoba untuk meningkatkan kehidupan seks dengan cara melakukannya lebih sering. Padahal frekuensi bukan penanda kehidupan seks yang sehat dan baik.

Para ahli sepakat bahwa seberapa sering pasangan harus berhubungan seks sangat bergantung pada kesepakatan dan kebutuhan bersama. Intinya, seks harus menjadi hal yang menyenangkan bagi setiap individu yang terlibat.

Menurut Jessa Zimmerman, seorang terapis seks bersertifikat dan konselor pernikahan, ada banyak pasangan yang melakukan kesalahan pada saat ingin meningkatkan kehidupan seks mereka. Banyak pasangan menganggap seks sebagai hubungan intercourse (mr p dalam miss v).

Oleh karena itu, ketika mencoba untuk meningkatkan atau menyalakan kehidupan seks, fokusnya hanya pada intercourse saja. Padahal, seks adalah momen untuk mengungkapkan cinta dan bersenang-senang dengan pasangan. 

"Fokus itu sangat sempit dan sering kali menghilangkan inti dari berhubungan seks," kata Zimmerman.

"Tujuan seks, dari sudut pandang saya, adalah untuk berbagi kesenangan dengan pasangan dan merasa terhubung dalam prosesnya," jelasnya.

Ingat, pada saat kamu hanya ingin mewujudkan hal-hal tertentu, maka kamu fokus pada hal yang salah. Belum lagi  tekanan seperti itu hanya akan menciptakan semacam tekanan yang bahkan dapat meredam libido.

Seks yang hebat bukanlah tentang melakukan hal-hal tertentu dengan bagian tubuh tertentu. Ini tentang seberapa baik kamu  dapat membuat tubuh merasakan dan menikmati ketinggian erotisme, keintiman, dan koneksi sebagai pasangan.

"Luangkan waktu intim bersama, tanpa tekanan untuk mencapai tujuan atau melakukan hal tertentu," saran Zimmerman.

Tidak ada salahnya untuk  mencoba meningkatkan frekuensi hubungan seks, tetapi hindari untuk memasuki momen tersebut tanpa mengharapkannya mengarah pada tindakan atau hasil seksual tertentu. 

Kamu dan pasangan cukup berbaring di tempat tidur dan menyentuh tubuh satu sama lain secara sensual, bermesraan di sofa, makan malam romantis, dan masih banyak lagi. Intinya, kamu dan pasangan saling "menghidupkan satu sama lain." Kuncinya di sini adalah hadir sepenuhnya pada saat-saat ini daripada memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Seks itu seperti pergi ke taman bermain. Kalian tidak membutuhkan agenda. Lakukan apa yang ingin dilakukan, dan itu tidak akan gagal," tukas Zimmerman.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di Akurat

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan