Ilustrasi pandemi yang belum juga usai. (Pinterest/Freepik)
Varian virus Covid-19 baru, Omicron, telah menginfeksi beberapa negara, termasuk Indonesia. Di seluruh dunia, pejabat kesehatan pun telah menyuarakan keprihatinan dan mendesak semua orang untuk mengambil tindakan untuk memeranginya.
Di India, 14 kasus baru Omicron sendiri telah dilaporkan dan telah melonjak menjadi 87 kasus. Sementara di, Inggris tercatat 78.610 kasus, dan jadi jumlah kasus Covid-19 harian tertinggi sejak awal pandemi.Sementara di Indonesia sendiri, Kemenkes memastikan saat ini ada 3 kasus konfirmasi Omicron di Tanah Air.
"Rekor itu akan terus dipecahkan dalam beberapa minggu ke depan karena traffic-nya terus naik," tutur Kepala Petugas Medis Inggris, Profesor Chris Whitty, sebagaimana HerStory kutip dari Times of India, Selasa (21/12/2021).
Meskipun kita semua menyadari gejala klasik Covid-19 seperti demam, kelelahan, batuk terus-menerus, dan kehilangan indra penciuman dan perasa, para ahli percaya bahwa gejala dari varian Omicron mungkin berbeda dan lebih 'tidak biasa'.
Dr Angelique Coetzee, Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, yang juga merupakan orang pertama yang menemukan varian Omicron, mengatakan bahwa penyakit tersebut menyebabkan infeksi 'ringan' dan individu yang terkena tidak melaporkan tanda-tanda gejala yang parah.
Mereka yang terdiagnosis Omicron mengeluhkan demam yang sembuh sendiri, tenggorokan 'gatal', lelah, dan badan pegal.
Dalam pembaruan lain oleh Departemen Kesehatan Afrika Selatan, Dokter Umum, Unben Pillay, mengatakan bahwa berkeringat pada malam hari bisa jadi gejala varian Omicron baru. Dan itu bisa disertai dengan gejala lain termasuk nyeri-nyeri di seluruh tubuh.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rata-rata dibutuhkan 5 hingga 6 hari sejak seseorang terinfeksi virus untuk menunjukkan gejala, namun bisa juga memakan waktu hingga 14 hari.
Diyakini bahwa individu yang terinfeksi Covid-19dapat secara efisien menularkan virus SARs-COV-2 ke orang lain sekitar 2 hari sebelum gejala dimulai, dan hingga 10 hari setelahnya.
Terlepas dari apakah seseorang memiliki gejala atau tidak, mereka kemungkinan besar akan menularkan infeksi kepada orang lain.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: