Menu

Omicron Masuk Indonesia, Sederet Hal Ini Penting Kamu Ketahui Beauty!

21 Desember 2021 14:13 WIB
Omicron Masuk Indonesia, Sederet Hal Ini Penting Kamu Ketahui Beauty!

Ilustrasi pandemi yang belum juga usai. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Bogor —

Varian virus Covid-19 baru, Omicron, telah menginfeksi beberapa negara, termasuk Indonesia. Di seluruh dunia, pejabat kesehatan pun telah menyuarakan keprihatinan dan mendesak semua orang untuk mengambil tindakan untuk memeranginya.

Di India, 14 kasus baru Omicron sendiri telah dilaporkan dan telah melonjak menjadi 87 kasus. Sementara di, Inggris tercatat 78.610 kasus, dan jadi jumlah kasus Covid-19 harian tertinggi sejak awal pandemi.Sementara di Indonesia sendiri, Kemenkes memastikan saat ini ada 3 kasus konfirmasi Omicron di Tanah Air.

"Rekor itu akan terus dipecahkan dalam beberapa minggu ke depan karena traffic-nya terus naik," tutur Kepala Petugas Medis Inggris, Profesor Chris Whitty, sebagaimana HerStory kutip dari Times of India, Selasa (21/12/2021).

Gejala yang harus diwaspadai

Meskipun kita semua menyadari gejala klasik Covid-19 seperti demam, kelelahan, batuk terus-menerus, dan kehilangan indra penciuman dan perasa, para ahli percaya bahwa gejala dari varian Omicron mungkin berbeda dan lebih 'tidak biasa'.

Dr Angelique Coetzee, Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, yang juga merupakan orang pertama yang menemukan varian Omicron, mengatakan bahwa penyakit tersebut menyebabkan infeksi 'ringan' dan individu yang terkena tidak melaporkan tanda-tanda gejala yang parah.

Mereka yang terdiagnosis Omicron mengeluhkan demam yang sembuh sendiri, tenggorokan 'gatal', lelah, dan badan pegal.

Dalam pembaruan lain oleh Departemen Kesehatan Afrika Selatan, Dokter Umum, Unben Pillay, mengatakan bahwa berkeringat pada malam hari bisa jadi gejala varian Omicron baru. Dan itu bisa disertai dengan gejala lain termasuk nyeri-nyeri di seluruh tubuh.

Bagaimana masa inkubasi Covid-19 secara umum?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rata-rata dibutuhkan 5 hingga 6 hari sejak seseorang terinfeksi virus untuk menunjukkan gejala, namun bisa juga memakan waktu hingga 14 hari.

Diyakini bahwa individu yang terinfeksi Covid-19dapat secara efisien menularkan virus SARs-COV-2 ke orang lain sekitar 2 hari sebelum gejala dimulai, dan hingga 10 hari setelahnya.

Terlepas dari apakah seseorang memiliki gejala atau tidak, mereka kemungkinan besar akan menularkan infeksi kepada orang lain.

Lalu, apakah gejala Omicron muncul lebih cepat daripada varian virus Corona lainnya?

Kasus Omicron telah melonjak di seluruh dunia dalam waktu singkat. Gejala dari varian baru dikatakan sedikit tak konvensional juga. Tapi apakah itu berarti masa inkubasi varian baru lebih pendek dari biasanya?

Sementara penelitian tentang hal yang sama masih berlangsung, para ahli percaya bahwa gejala dari Omicron dapat muncul lebih cepat daripada varian Covid-19 sebelumnya.

Menurut Sekretaris Kesehatan Inggris, Sajid Javid, analisis terbaru dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris menunjukkan bahwa infeksi dan penularan mungkin lebih pendek untuk varian Omicron daripada varian Delta.

Selain itu, kemungkinan masa inkubasi yang lebih pendek dari varian Omicron dikatakan menjadi salah satu alasan di balik tingkat transmisi varian yang lebih tinggi.

Langkah selanjutnya?

Seseorang yang terinfeksi Covid-19 akan menularkan dalam jangka waktu 2 hari sebelum timbulnya gejala, dan hingga 10 hari setelahnya, yang berarti selama jendela infeksi ini, kamu dapat menginfeksi siapa saja di sekelilingmu, Beauty.

Jadi, jika kamu melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi Covid-19, pastikan kamu mengkarantina diri sendiri dan melakukan tes. Sampai laporan tes kamu keluar, jangan berhubungan dengan siapa pun.

Dan, jika kamu positif terkena virus ini, isolasi diri, pantau gejala, dan jika terjadi tingkat keparahan, yaitu jika kamu mengalami sesak napas, nyeri dada, kesulitan bernapas atau kekurangan oksigen, segera cari bantuan medis.

Mencegah lebih baik daripada mengobati

Varian Omicron mungkin hanya menyebabkan gejala ringan, tapi kamu gak bisa gitu menyepelekannya, Beauty. Meskipun masih banyak spekulasi, sangat penting bagimu untuk tetap waspada dan mengambil semua tindakan pencegahan terhadap virus.

Kenakan masker secara teratur dan benar, jangan mengunjungi area ramai, dan tetap jagalah jarak. Untuk saat ini, hindari membuat rencana perjalanan yang tak perlu karena dapat meningkatkan risiko infeksi.

Semoga informasinya bermanfaat ya!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan