Ilustrasi virus Corona (Pixabay/Edited by HerStory)
Belakangan publik digegerkan dengan Florona yang banyak dianggap sebagai varian baru virus Corona. Padahal Florona merupakan kondisi di mana seseorang mengalami infeksi ganda, yakni influenza dan juga virus corona.
Berdasarkan laporan dari Arab News Florona dikatakan sebagai gangguan besar pada kekebalan seseorang karena virus influenza dan SARS-Cov-2 memasuki tubuh pada saat yang bersamaan. Florona pertama kali ditemukan menginfeksi ibu hamil di Israel.
Faktanya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa sangat mungkin untuk tubuh mengalami dua infeksi sekaligus pada saat yang sama.
Sementara gejala dapat muncul di antara tiga hingga empat hari untuk flu, dibutuhkan dua hingga 14 hari untuk gejala virus corona muncul. Sementara gejala untuk keduanya termasuk batuk dan pilek, demam, pilek.
Namun, perlu diingat bahwa berdasarkan keterangan dari Dr P Venkat, Penyakit Dalam, Rumah Sakit Artemis, satu-satunya perbedaan antara flu biasa dengan Florona bisa diketahui dengan pasti ketika sampel dikirim untuk pengujian.
“Tes PCR dilakukan untuk flu di mana kami menguji RNA (atau asam ribonukleat yang penting untuk segala bentuk kehidupan) virus. Untuk kedua virus, tes PCR yang berbeda dilakukan. Genotipe kedua virus berbeda. Itu bisa dibedakan hanya dengan tes laboratorium,” komentar Dr Venkat.
Kemudian juga menurut mayoclinic.org, virus yang menyebabkan Covid-19 dan flu menyebar dengan cara yang sama. Keduanya dapat menyebar di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat (dalam jarak kurang lebih dua meter).
Selain itu, kedua virus ini juga menyebar melalui tetesan pernapasan atau aerosol yang dikeluarkan melalui berbicara, bersin, atau batuk. Tetesan ini dapat mendarat di mulut atau hidung seseorang di dekatnya atau terhirup. Virus ini juga dapat menyebar jika seseorang menyentuh permukaan dengan salah satu virus di atasnya dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau matanya.
Menurut WHO, cara paling efektif untuk melindungi diri dari influenza dan Covid-19 yang parah adalah dengan divaksinasi dengan vaksin influenza dan Covid-19. WHO juga menyarankan bahwa masyarakar harus terus mengikuti langkah-langkah pencegahan, seperti menjaga jarak setidaknya satu meter dari orang lain, mengenakan masker, menghindari tempat yang ramai dan berventilasi buruk.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.