Virus corona terus menyebar ke seluruh dunia. Hal ini membuat virus corona terus bermutasi dengan waktu yang cepat. Hal tersebut pun membuat para peneliti dari Cina penasaran mengenai mutasi virus corona, apakah membuatnya semakin kuat atau justru melemah.

Menurut sebuah studi bersama yang dilakukan oleh dua lembaga penelitian epidemi top di Cina, virus corona telah melalui mutasi yang cepat dan dapat menyebar untuk waktu yang lebih lama daripada sebelumnya.

Sejak Januari, virus itu telah melalui setidaknya enam perubahan besar dalam gennya yang meningkatkan infektivitas dan berhasil lolos dari deteksi sistem kekebalan tubuh manusia. Kemampuan ini tentu membuat virus corona bisa menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menyebabkan penyakit serius.

Baca Juga: Sering Merasa Kesemutan Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Virus Corona! Beneran Nggak Sih?

Baca Juga: Muncul Kabar Soal Minum Air Setiap 15 Menit Bisa Meluruhkan Virus Corona! Benar Enggak Sih? Ini Jawabannya...

Selain itu, dari hasil studi ini para peneliti juga menyebut sebagian besar strain yang bermutasi terjadi di Amerika dan Eropa.

"Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona, kemungkinan akan menyebar lebih lama dari yang kami perkirakan", kata para peneliti dari the State Key Laboratory of Respiratory Disease in Guangzhou and the Shanghai Public Health Clinical Centre seperti dilansir dari China Morning Post (23/6/2020).

Virus corona menggunakan protein spike untuk menginfeksi sel manusia. Protein lonjakan yang terikat dengan molekul yang disebut angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) dalam sel inang.

Profesor Qiu Tianyi dan Leng Qibin mengidentifikasi tiga mutasi yang meningkatkan kekuatan ikatan virus. Tiga mutasi tersebut rupanya menargetkan sistem kekebalan tubuh. Dan salah satu diantaranya dapat menghancurkan ikatan ion antara virus dan antibodi yang seharusnya menetralkan Sars-CoV-2, virus penyebab Covid19. Mutasi-mutasi ini mirip dengan yang terjadi pada human immunodeficiency virus (HIV) dan influenza, yang menghindari serangan kekebalan dengan mutasi cepat.

"Ini berarti bahwa jika vaksin efektif diciptakan untuk membasmi Sars-CoV-2 yang beredar saat ini, mutasi virus ini akan menyebabkan ketidakefektifan vaksin dalam waktu singkat," kata Qiu dan Leng.

Baca Juga: Tambah 1.268 Kasus Positif Corona! Ini Sebaran Provinsi yang Laporkan Nihil Kasus Baru Per 7 Juli 2020, Mana Saja Ya?

Baca Juga: Tembus 66.226 Kasus Corona Per 7 Juli 2020! Ini Provinsi yang Laporkan Jumlah Pasien Sembuh Lebih Banyak daripada Positif Baru...