Berutang biasanya menjadi salah satu langkah yang dilakukan oleh banyak orang bila sudah terhimpit kebutuhan yang mendesak. Tapi rupanya, banyak pula orang yang justru rela berutang demi memenuhi kebutuhan untuk menunjang standar kehidupannya. Dalam artian, ia ingin memiliki sesuatu yang enggak bisa didapatkan lantaran kondisi keuangan yang enggak memungkinkan. Hal inilah yang mendorongnya untuk meminjam uang dan berutang kepada orang lain.

Beauty, berutang boleh saja kalau itu benar-benar mendesak. Tapi, kamu harus tahu risiko dari berutang dan harus segera melunasinya biar enggak terlilit utang. Sebisa mungkin, tahan diri untuk meminjam uang atau berutang dengan orang lain dan jangan jadikan berutang menjadi suatu kebiasaan.

Tahu enggak sih kalau ternyata kebiasaan berutang bisa menggagu kesehatan mental lho! Yuk simak penjelasannya berikut ini seperi dikutip dari laman sindikasi Muslimah DailyRabu (24/6/2020).

Baca Juga: Psikiater Atau Psikolog? Kenali Yang Kamu Butuhkan, Yuk!

Baca Juga: Duh! Pasangan Toxic Gak Akan Bisa Berubah, Ini Penjelasan Psikologinya!

Risiko kesehatan mental saat berutang

Bagi sebagian orang, mungkin akan merasa cemas dan gelisah apabila memiliki utang tang belum dibayarkan. Mungkin ia akan melakukan berbagai hal dan mencari solusi untuk melunasinya. Kalau enggak cepat menemukan solusi, bisa saja hal itu akan membuatnya menjadi depresi.

Dilansir dari laman Halodoc, John Gathergood seorang dosen Fakultas Ilmu Sosial dari University of Nottingham, mengatakan kalau sebenarnya utang dengan depresi dan kecemasan memiliki keterkaitan kuat. Seseorang yang berusaha untuk melunasi utangnya, bisa mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi, dan kecemasan dua kali lebih besar.

Enggak jauh berbeda dengan Gathergood, dalam laman Psychology Today, para peneliti dari University of South Hampton meneliti 65 studi tentang utang dan kesehatan mental. Laporan yang diterbitkan pada Clinical Psychology Review itu menunjukkan hasil yang sama. Kalau ternyata terdapat hubungan antara masalah keuangan dan penyakit mental.

Para peneliti menyimpulkan kalau seseorang yang memiliki utang akan tiga kali lebih besar lebih tinggi akan terkena gangguan mental. Biasanya, mereka akan mengalami gangguan depresi, kecemasan, dan psikotik. Bagkan, mereka juga cenderung mengalami masalah minum dan ketergantungan obat lho!

Baca Juga: Kacau Balau! Tanpa 3 Hal Ini, Hubunganmu dengan Doi Tandanya Enggak Sehat Lho

Baca Juga: Cantik Itu Sehat, Body Shaming Kok Bisa Ada?

Benar atau enggak sih kalau utang bisa mengganggu kesehatan mental atau malah sebaliknya?

Menurutmu mana yang lebih dulu menjadi pemicu, utang atau kesehatan mental? Sebenarnya, belum ditemukan mana yang lebih dulu. Beberapa penelitian mengungkapkan kalau kekhawatiran terhadap utang dapat menimbulkan rasa stres.

Sebagian lainnya mengatakan kalau masalah kesehatan mental dapat menganggu dalam mengolah keuangan. Sehingga, orang tersebut akan membuat pengualaran lebih banyak dan menyebabkan kesulitan dalam membayar tagihan. Enggak cuma itu, ada pula yang mengatakan kalau keduanya saling memicu dan berkaitan.

Dilansir dari laman healthline, Dr. Thomas Richardson seorang psikolog klinis mengungkapkan kalau utang dapat menyebabkan masalah pada kesehatan mental. Namun, bisa juga sebaliknya, seseorang yang memiliki gangguan kesehatan mental akan mudah untuk berutang.

"Mungkin utang itu menyebabkan kesehatan mental yang lebih buruk karena stres yang ditimbulkannya. Mungkin juga mereka yang memiliki masalah kesehatan mental lebih rentan terhadap hutang karena faktor-faktor lain, seperti pekerjaan yang enggak menentu," ungkapnya.

Jadi, Beauty masih tertarik untuk berutang?