Baru-baru ini, ilmuwan dari Inggris menyebut bahwa obat dexamethasone sebagai obat pasien COVID-19. Namun, obat dexamethasone tersebut hanya bisa mengobati pasien COVID-19 parah yang harus menggunakan ventilator.

Temuan awal menunjukkan bahwa obat dexamethasone bermanfaat untuk mengurangi risiko kematian pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dengan bantuan alat ventilator. Menurut tim peneliti University of Oxford, pasien COVID-19 yang menggunakan ventilator lalu diberikan obat dexamethasone, angka kematian berkurang hingga sepertiga.

"Ini adalah berita yang sangat disambut baik bagi pasien-pasien dengan penyakit parah," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat briefing media virtual dari Jenewa.

Baca Juga: Jaga Daya Tahan Tubuh di Tengan Pandemi! Ini Kiat Memilih Suplemen Menurut Ahli...

Baca Juga: Waduh, Tambah 1.385 Kasus Positif Corona Per 1 Juli! Ini 5 Provinsi yang Laporkan Enggak Ada Penambahan Kasus Baru...

Dengan begitu, para ilmuwan pun belum yakin manfaat dari obat dexamethasone bagi para pasien COVID-19 dengan gejala ringan atau bahkan tak mengalami gejala. Pihak WHO pun menekankan bahwa dexamethasone terbukti tidak memiliki efek menguntungkan bagi pasien COVID-19 yang memiliki gejala lebih ringan.

“Obat-obatan ini hanya boleh digunakan di bawah pengawasan klinis yang ketat,” sambungnya.

Michael Ryan, Direktur Eksekutif Program Keadaan Darurat Kesehatan WHO, mengatakan bahwa WHO sedang menunggu perincian lebih lanjut sebelum dapat menyusun pedoman klinis untuk dibagikan dengan otoritas kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Ia pun memperingatkan bahwa obat dexamethasone dikaitkan dengan replikasi virus.

“Ini (dexamethasone) bukan untuk kasus-kasus ringan. Ini bukan untuk profilaksis,” kata Dr. Ryan.

Baca Juga: Selain Dexamethasone, Obat Ini Juga Dipercaya Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Corona Lho!

Baca Juga: Pandemi Virus Corona Belum Berakhir, Kini Muncul Virus Flu Babi G4! Bisa Jadi Wabah Global Lho...