Menu

Sering Salah Kaprah, Ini 5 Mitos Hipertensi yang Masih Sering Dipercaya

10 Januari 2022 12:55 WIB
Sering Salah Kaprah, Ini 5 Mitos Hipertensi yang Masih Sering Dipercaya

Ilustrasi tensi darah. (pinterest/freepik)

HerStory, Bandung —

Hipertensi bisa terjadi pada setiap orang dan merupakan kondisi yang tidak boleh disepelekan lho. Menurut pedoman medis yang diikuti di seluruh dunia, seseorang disebut mengalami hipertensi jika tekanan darah di angka 130/80 mmHg atau lebih. 

Ahli Bedah Saraf India, Vishwanathan Iyer, memberi tahu beberapa mitos soal hipertensi yang perlu kamu tahu, dilansir dari berbagai sumber, Senin (10/1/2022).

1. Hipertensi sering terjadi dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan

Anggapan tersebut tentu salah. Kejadian hipertensi memang tidak memiliki gejala, tetapi di balik itu semua, hipertensi terbukti dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya. Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, kerusakan hati, kerusakan ginjal, dan organ lain pada tubuh.

Kondisi hipertensi perlu perhatian segera. Sebab, tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal, serangan jantung mendadak, hingga stroke. Inilah mengapa hipertensi sering disebut 'silent killer' karena sering mucul tanpa keluhan atau gejala.

Hipertensi juga bisa memicu timbulnya penyakit stroke dan penyakit jantung koroner sebagai penyebab utama kematian masyarakat.

2. Hipertensi tidak dapat dicegah

Faktanya, hipertensi dapat dicegah dan dikelola dengan gaya hidup sehat, Seperti contohnya rutin berolahraga, diet rendah garam, mengonsumsi sayur dan buah serta cek kesehatan berkala.