Olahraga memang jadi satu hal yang dianggap sepele karena sudah sibuk dengan aktivitas harian. Semua orang tahu bahwa aktivitas fisik itu baik untuk tubuh. Tetapi, penelitian baru menunjukkan bahwa durasi olahraga sama pentingnya dengan olahraga itu sendiri.

Olahraga tentunya membutuhkan tenaga yang besar. Lantas apakah perlu sarapan sebelum olahraga? Atau lewatkan sarapan? Bagaimana jika nafsu makan jadi lebih besar saat melewatkan sarapan sebelum olahraga? Ini jawabannya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Northumbria University, orang-orang yang berolahraga dengan perut kosong membakar 20 persen lebih banyak lemak daripada orang-orang yang berolahraga setelah makan.

Baca Juga: Olahraga Bisa Sebabkan Cedera, Ini Tips untuk Menghindarinya

Baca Juga: Wanita Wajib Tahu! Penelitian: Olahraga Teratur Dapat Mengurangi Risiko Berat Badan Naik saat Menopause

Para peneliti melakukan penelitian dengan 12 partisipan pria muda yang aktif secara fisik. Pada pukul 10:00 pagi, masing-masing diminta untuk melakukan latihan treadmill, baik puasa sebelum olahraga ataupun sudah makan terlebih dahulu. Setelah latihan rutin, para peserta diberi makan minuman pemulihan milkshake cokelat. Selama waktu makan siang nanti, para peserta diberi makan siang pasta. Setelah itu, para ilmuwan menghitung konsumsi energi dan lemak peserta saat makan siang, dengan hati-hati memperhitungkan jumlah energi dan lemak yang telah mereka bakar selama latihan.

Para peneliti menemukan bahwa para partisipan yang makan dengan perut kosong tak mengkonsumsi kalori tambahan atau menunjukkan peningkatan nafsu makan di siang hari. Mereka juga menemukan bahwa peserta yang belum makan sebelum latihan treadmill membakar 20 persen lebih banyak lemak daripada mereka yang olahraga dengan perut kenyang.

Temuan itu menunjukkan bahwa, bagi orang yang ingin menurunkan berat badan, berolahraga sebelum sarapan memberikan hasil yang optimal. Para peneliti mencatat bahwa studi ini tidak menunjukkan efek jangka panjang dari berolahraga sebelum makan. Studi ini dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition.