Virus corona terus menyerang kesehatan manusia. Sudah lebih dari tiga bulan pandemi ini terjadi membuat angka kematian mencapai 10 juta kasus di seluruh dunia. Dengan begitu, pihak Organinasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut dunia menghadapi kekurangan konsentrator oksigen.

"Banyak negara sekarang mengalami kesulitan mendapatkan konsentrator oksigen. Permintaan saat ini sudah melebihi pasokan yang tersedia," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip dari Reuters (25/6/2020).

Tedros mengatakan bahwa kasus virus corona hingga kini telah mencapai 9,3 juta kasus dan menewaskan lebih dari 480.000 di seluruh dunia. Sejauh ini meningkat sekitar 1 juta kasus per minggu.

Baca Juga: Ilmuwan Ciptakan Filter Udara Pembasmi Virus Corona Secara Instan, Akankah Efektif?

Baca Juga: Corona Menyebar Lewat Udara, Ini Tanggapan Jubir Corona RI Achmad Yurianto

"Tingginya jumlah kasus ini telah mendorong permintaan oksigen menjadi 88.000 silinder besar per hari, atau 620.000 meter kubik oksigen," kata Tedros.

Meningkatnya permintaan oksigen yang tiba-tiba telah menyebabkan kelangkaan konsentrator oksigen yang dibutuhkan untuk mendukung pernapasan pasien COVID-19 dalam kondisi parah.

WHO diketahui telah membeli 14.000 konsentrator oksigen dari pabrik dan berencana dikirim ke 120 negara dalam beberapa minggu ke depan. Sedangkan 170.000 konsentrator lainnya akan menyusul di enam bulan ke depan.