Cinta dan Kasih Sayang Orang Tua Sepanjang Masa. (Unsplash/Alex Pasarelu)
Baru-baru ini sempat viral kisah mengharukan dari seorang ibu yang bertemu kembali dengan anak perempuannya. Kisah ini dimulai saat seorang ibu itu melakukan aborsi ketika hamil usia 8 bulan. Dia yakin kalau sang anak yang diaborsinya itu sudah meninggal. Padahal, sang anak perempuannya itu telah diselamatkan oleh orang lain.
Seorang anak perempuan itu bernama Melissa Ohden, berusia 42 tahun yang dulu sempat dibuang di rumah sakit dan dianggap seperti sampah. Hal ini terjadi pada tahun 1977 yang lalu. Dilansir dari Daily Mail, Jumat (26/6/2020) seorang ibu yang mengaborsi Melissa itu bernama Ruth. Ruth terpaksa melakukan itu karena disuruh oleh nenek Melissa, alias ibu kandung dari Ruth.
Nenek Melissa berprofesi sebagai perawat di salah satu rumah sakit. Dikabarkan, nenek Melissa sempat memberikan cairan infus beracun selama lima hari agar Ruth mengalami keguguran. Ruth pun yakin dan percaya bahwa dirinya melakukan aborsi saat hamil di usia kandungan 8 bulan. Ketika itu, Melissa, bayi yang diaborsi oleh Ruth dibuang ketempat sampah oleh neneknya Melissa.
Pada saat itu, Melissa berhasil ditemukan oleh perawat lain. Walaupun Melissa nyaris meninggal karena keadaannya yang kritis, tapi nyawanya masih bisa diselamatkan. Kemudian, Melissa pun diadopsi oleh orang lain.

Setelah berpuluh-puluh tahun lamanya, Ruth kaget mendengar bahwa sang anak perempuannya, Melissa ternyata masih hidup dan selamat dari aborsi. Enggak hanya itu saja, Melissa pun juga berusaha mencari sang ibu kandung untuk meminta kejelasan mengapa dirinya dibuang dan dilantarkan begitu saja.
"Aku mendengar bahwa Melissa selamat dari aborsi yang dilakukan ibuku pada Agustus 2007. Saudara kembarku Mary menelepon di siang hari. Aku tahu ini akan menjadi pembicaraan serius, jadi aku pergi ke kamarku. Mary memberitahu jika anakku masih hidup. Aku berpikir 'ini candaan keji untuk dilontarkan pada saudari kembarmu'," ungkap Ruth, sang ibu kandung Melissa.
Pada akhirnya, sang ibu dan anak perempuannya ini pun bertemu untuk yang pertama kalinya. Melissa pun juga mengetahui bahwa dirinya sempat meninggal karena kritis dari keluarga yang mengadopsinya. Dia pun juga memaafkan sang ibu kandung yang telah dipaksa melakukan aborsi.

"Aku menyadari bahwa ibu kandungku dipaksa melakukan aborsi di umur 19 oleh nenekku, yang bekerja sebagai perawat di rumah sakit." tutur Melissa.
"Ibuku dibius dan tidak tahu aku selamat. Butuh waktu 30 tahun sampai ibuku tahu fakta ini," lanjutnya.
Dan kini, hidup mereka berdua pun bahagia seperti layaknya ibu dan anak.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.